Berani atau Mati?

Orang menjadi berani ketika mereka menghadapi masalah. Orang
juga menjadi berani ketika harus menghadapi risiko. Keberanian juga
muncul ketika orang harus menghadapi bahaya. Jika keberanian
tidak ada, maka masalah tidak terpecahkan, risiko harus ditanggung,
dan bahaya dapat menyebabkan jiwa melayang. Jadi, pilihannya
hanya dua: Berani atau Mati. Mana yang Anda pilih. Jika Anda pilih
yang pertama, silakan baca terus artikel berikut.

MENGAPA KEBERANIAN DIPERLUKAN?

Ada Keberanian, Ada Masa Depan. Winston Churchill, mantan Perdana Menteri
Inggris yang gagah berani melawan berbagai kesulitan dan
kegagalan dalam dunia politik. Keberaniannya untuk bangkit kembali
setelah beberapa kali gagal dalam pemilihan, akhirnya membawa
Churchill kepada kemenangan yang gemilang: Chuchill berhasil
menduduki pucuk pimpinan di negaranya—sebagai Perdana Menteri
Inggris.

Singkatnya, tanpa adanya keberanian tak akan
pernah ada perubahan, tak akan pernah ada inovasi baru yang bisa
memberi berbagai kemudahan pada kita, dan yang membantu kita
meraih cita-cita.

DARI MANA DATANGNYA KEBERANIAN?

Dari hati nurani. John C. Maxwell berpendapat bahwa keberanian
yang dahsyat dan bertahan lama umumnya tumbuh dari dalam,
sebagai jawaban dari pergumulan batin seseorang.
Einstein, ilmuwan genius, ternyata berkali-kali gagal berbagai
eksperimen ilmiahnya. Kegagalan-kegagalannya ini membuat
Einstein penasaran, sehingga ia terus mencoba sampai akhirnya ia
berhasil melahirkan teori relativitasnya yang fenomenal.
Dari Luar. Selain dari diri sendiri, keberanian juga bisa datang dari
luar kita: dari kondisi sekitar kita, ataupun dari orang lain.
Para pemimpin perjuangan bangsa seperti Aung San Suu Kyi, Nelson
Mandela, Tjut Njak Dhien dan Bung Tomo telah berhasil menularkan

BAGAIMANA MENUMBUHKAN KEBERANIAN?
keberanian adalah melakukan apa yang
kita takutkan. Jadi, bagaimana menumbuhkan keberanian tersebut?
Mengendalikan Diri. Keberanian bukanlah semata-mata kenekatan
buta ataupun ketiadaan rasa takut. Keberanian adalah kemampuan
mengelola risiko dan mengendalikan rasa takut tersebut. Jadi,
sebenarnya, keberanian berawal dari rasa takut. Rasa takut yang
berhasil dikendalikan dapat diubah menjadi keberanian. Jelaslah
bahwa kuncinya di sini adalah: kendali diri. Sebagai manusia, wajar
saja jika kita mengalami rasa takut ketika kita jatuh, gagal,
mengalami masalah, ataupun ketidakadilan. Tetapi, seorang
pemimpin besar, orang yang sukses, tidak berhenti pada rasa takut
tersebut. Ketika mereka takut, mereka tidak lari dari rasa takut,
melainkan menghadapi rasa takut itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s