Aku baru aja membaca tulisan AA Navis tentang bung Hatta, beliau menulis artikel itu sebagai ulasan dari buku Memoir yang di tulis nung Hatta. Setelah selesai membaca, aku sangat merasa malu dengan keadaanku, dulu Hatta disaat dia seusiaku sudah bisa berpikir dan berbuat banyak dalam kehidupannya.

Saat mudanya Hatta sudah berpikir tentang ekonomi kerakyatan, bahkan disaat  dia belum mengenyam pendidikan ekonomi di Rotterdam. Mungkin boleh jadi komitmen ekonomi kerakyatan yang dia yakini selagi muda itulah yang membuatnya tetap komitmen dengan ideologi kerakyatan saat dia belajar di Rotterdam, disaat orang lain mendalami ekonomi kapitalis.

Terus terang aku mengagumi Hatta baik dalam kapasitas sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin bangsa. Mungkin bagi sebagian orang Hatta adalah penyebab gagalnya penetapan syariat islam di indonesia, karena dia berperan dalam  menghilangkan piagam jakarta dalam konstitusi indonesia. Tapi itulah sejarah, kita harus lebih arif dalam menilainya. Sejarah bukan untuk di musuhi atau pun dilupakan, tapi untuk di pelajari dan di jadikan ibroh.

Advertisements