Budaya menulis

Masih ingatkah ketika kita sekolah di SD dulu, guru bahasa indoensia selalu mengharuskan siswanya membuat karangan setelah libur panjang. Siswa diwajibkan menuliskan kegiatannya selama liburan dalam sebuah karangan. Dulu aku sempat bertanya ” bu, kenapa nggak disuruh kedepan kelas aja untuk cerita, kenapa harus ditulis. Karena saat itu aku lebih suka cerita didepan kelas dari pada menulis karangan. Tapi kata bu guru mengarang itu bagus untuk latihan siswanya menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk tulisan. Karena nggak mungkin semua hal bisa diutarakan dengan lisan.

Saat itu juga aku kagum pada wartawan, koq bisa yah dia menulis sebegitu banyaknya di koran. Padaha korankan begitu lebar, sedangkan aku disuruh mengarang satu halaman aja susahnya minta ampun. Dan seharusnya semua orang bisa menulis, tidak hanya wartawan dan para jurnalis. Karena dengan menulis akan menambah khasanah kelilmuwan dan perbendarahaan data akan suatu peristiwa atau pun catatan kehidupan disetiap jamannya.

Manusia tentu harus berterima kasih banyak kepada orang-orang dulu yang banyak menuliskan karya-karya besar. Di jaman Yunani ada Socrates, Plato, Aristoteles dan banyak lagi. Dari tulisan merekalah kita bisa mengetahui bahwa manusia pernah mencapai peradan yang tinggi dimasa lalu.Dan dari mereka pula manusia bisa belajar ilmu dan peradaban. Tanpa mereka mungkin saat ini kita akan tertinggal beberapa ratus tahun kebelakang.

Kita tahu Tom Pires, seorang petualang Portugis yang pernah singgah di pulau jawa dan mencatat bahwa di jawa barat pernah berdiri kerajaan pajajaran, saya jadi bertanya kenapa orang catatan seorang pertugis yang jauh di ujung eropa yang mencatat sejarah kita, kenapa bukan orang kita sendiri. Jawabnya karena bangsa kita masih kurang peka terhadap budaya menulis dan menghargai tulisan.

Dalam peradaban islam kita tentu mengenal Al Ghazali, Ibnu Rushyd, Ibu Sina,Ibnu Taimiyah mereka adalah intelektual yang sangat mencintai ilmu dan menuliskannya.
Mereka selama hidupnya berhasil menulis karya-karya fenomenal yang hingga saat ini maish dijadikan referensi dan dikagumi banyak orang.

Menulis memang perlu waktu dalam prosesnya, maka saya minta maaf jika banyak kesalahan dalam hal tatabahasa dan lain-lainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s