KKN

Mendengar kata KKN kita akan teringat kembali ke tahun 1998, disaat reformasi digulirkan mahasiswa. KKN adalah penyakit yang membuat bangsa dan negara ini amburadul dan hampir jatuh ke liang kubur. Tapi KKN yang mau saya nulis ini bukan yang itu, tapi Kuliah, Kerja, Nikah ( KKN juga kan…).

Dalam hidup setiap orang pasti menjalani step by step dalam menuju arah hidupnya. Biasanya seseorang mulai merencanakan hidup saat dia mulai mempunyai cita-cita. Merencanakan hidup seharusnya mencakup semua hal dalam hidup mulai dari pendidikan, karir, rumah tangga dan banyak lagi yang lainnya.

Dalam sebuah rencana pasti ada faktor waktu, dan KKN ini juga berkaitan dengan waktu. Kuliah adalah saat-saat untuk membangun pola pikir dan belajar lebih dalam tentang kehidupan.Bukan saja bidang yang diambil di kampus tapi juga belajar yang lain seperti organisasi, bisnis, politik dan semua hal yang sekiranya setelah selesai kuliah dapat diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat.

Kerja, kalo bicara kerja pasti selalu berhubungan dengan nafkah. Saat inilah seseorang mulai menjalani tanggung jawab ekonomi mereka.

Nikah, ehmm kalo bicara nikah rasanya gimana gitu,maklumlah umurku skrg sdh hampir seperempat abad, yang kata orang usia ideal untuk menikah. Bicara soal nikah menurutku cukup unik. Banyak orang terlalu perhitungan sebelum menikah, mereka menggunakan rumus-rumus matematika, seperti kalkulus, statistika atau bagi kurung.Menghitung pendapatan dan perkiraan pengeluaran nantinya setelah mempunyai keluarga. Dan biasanya itungan itu selalu aja hasilnya minus.Dan akhirnya takut untuk menikah. Ada juga yang nikah malah tanpa perhitungan,mereka tak mengenal rumus tambah, kali atau bagi dalam kalkulasi perhitunangan mereka. Yang mereka tahu mereka akan menjalani sebuah kehidupan dimana dia dan pasangannya akan bahu membahu membangun segalanya dari dasar. Dan yang ketiga adalah seseorang yang melakukan perhitunagn dan mempersiapkannya dengan matang sehingga setelah mereka menikah mereka tidak mengalami kendala lagi.

Jadi mulai sekarang jika ditanya orang “kapan kawin..?” mungkin tak harus jawab dengan “mey…maybe yes,maybe no”. Karena kata-kata itu tidak menunjukan kalo seseorang tidak mempunya rencana dalam hidupnya.

Mungkin ada baiknya saya belajar kembali POAC ( Planing, Organizing, Actuating dan Controling). Sebelum ada orang yang bertanya “kapan married”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s