Untuk seorang sahabat

 Selamat menempuh hidup baru dalam bahtera rumah tangga

Aku tak mengira, dunia berputar begitu cepat. sangat cepat. Tak terasa kita telah sama-sama menjadi dewasa, padahal baru kemarin kita meninggalkan bangku sekolah menengah. Kita bersama melalui hari dengan tawa polos tanpa beban, menjalani hari-hari dengan kebersamaan yang indah, membagi setiap kebahagian bersama sahabat-sahabat kita. Masih ingatkah kita dulu pernah main kartu semalam suntuk padahal besok harinya kita harus mengambil raport ke sekolah. Masih ingatkah kita pernah kedinginan di gunung saat camping. Sebuah kenangan indah yang kembali terlintas saat ku ingat namamu juga sahabat-sahabat kita. Ya, masa-masa seperti itu begitu menakjubkan. terkadang aku ingin kembali ke masa itu, konyol memang. tapi aku selalu rindu masa-masa demikian. hidup bebas, tanpa beban. Sebentar lagi kau harus pergi dari dunia anak-anakmu. kau akan menjadi pria dewasa sepenuhnya. menjadi seorang suami dari wanita yang kau cintai. dan menjadi seorang bapak pada akhirnya, kelak akan menjadi kakek bagi anak-cucumu. Dunia yang akan kau masuki adalah dunia orang-orang dewasa. Dunia yang teramat keras, tapi disanalah kau mungkin akan menemukan kebahagiaan yang seutuhnya. Sebentar lagi, satu kebebasanmu akan hilang. Dulu kita sering pulang malam, nginap dikantor sampe berhari-hari lamanya, atau membuat acara kumpul-kumpul di sekolahan untuk membuat organisasi alumni atau sekedar makan baso atau mie di pinggir jalanr jalan. Ya, kau mungkin tak lagi bisa seperti dulu. Pergi kemanapun ditemani oleh istrimu. Dunia yang menuntut komitmen dan tanggung jawa. Tapi kau sudah memilih jalanmu sendiri. Aku bahagia atas pilihanmu, sebahagia dirimu dan keluargamu. Kau tahu? seorang ibu bertanya padaku kemarin, “kapan kau akan menyusul, Nak?” dan aku hanya tersenyum sambil kujawab “kapan-kapan.” geli rasanya ditanya seperti itu. Kuucapkan selamat untukmu! Semoga ini adalah benar-benar keputusanmu atas jalan hidup yang akan kau tempuh. Aku tahu, dibalik kebahagiaanmu ini, kau sangat mengharapkan doa dari sahabat-sahabatmu, sahabat kita. Dan aku dari sini berdoa ikhlas untukmu. Semoga kau bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah. Amin

 Dedicated to Anggi Lesmana

2 thoughts on “Untuk seorang sahabat”

  1. ternyata kang sata lagi sedihhhh ya… ya udah cepet nyusul… kan cewek banyak. tinggal pilih ini.. semangat ya cari pendamping hidup””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s