Melawan Rasa Malas

005-lazy.jpg

Sore itu saya malas sekali untuk berangkat kuliah, diparkiran kantor sambil menunggu hujan agak reda seorang teman kantor menghampiri menyapaku yang sedang asyik menyiapkan jas hujan dan memanaskan motor. Dia bertanya:” berangkat kuliah gak hujan-hujan gini?”. Saya jawan : “Tahu nih pak malas banget berangkatnya, abisnya ujannya deras banget”.

Setelah ngobrol panjang lebar. Saya putuskan untuk tidak berangkat ke kampus sore itu. Alasan pertama karena hujan dan kedua rasa malas yang menjadikan hujan sebagai biang kesalahan.

Hujan mulai reda, temanku tadi kembali menanyakan “jadi kuliah gak”. Saya diam, bingung mau jawab apa. terus dia bilang ” kalo alasannya karena hujan, masuk akal kamu nggak berangkat ke kampus, tapi jika alasannya karena malas kamu salah” dia bilang itu sambil pergi dengan motor vespa nya.

Aku terdiam, dalam sekali makna ucapan tersebut. Aku nggak menyangka dia akan mengucapkan kata-kata yang begitu bermakna. Aku malu sekali mendengarnya.

Ternyata rasa malas bukan sebuah alasan untuk dijadikan “alasan”. Rasa malas adalah musuh yang harus dilawan. Untuk orang tadi aku ucapkan terima kasih, telah menyadarkanku yang selama ini sering bersahabat dengan rasa malas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s