holding_money.jpgMinggu kemarin saya kedatangan tamu. Mereka adalah kader kampanye salah satu calon Bupati Kab. Bogor. Saat mereka datang pun saya sudah bisa menebak kalo pembicaraan hari ini pasti soal politik dan pemilihan bupati yang rencananya akan di adakan di bulan april 2008. Karena dari tamu yang datang saya sudah mengetahui selama ini mereka telah lama berkecimpung di dunia politik, terlebih saat-saat seperti akan ada pemilihan umum.

Setelah ngobrol kesana-kemari akhirnya mulai masuk ke ranah politik. Pada intinya dari setiap calon ingin membuat jaringan seluas-luasnya yang bisa menjadi “penyampai lidah calon”bupati tersebut. Tapi yang aku kecewa, mereka tidak berbicara tentang visi dan misi dari calon yang mereka dukung. Kebanyakan dari pembicaraan tersebut adalah seputar “uang rokok” bagi mereka yang siap menjadi pendukung.

Sungguh sangat jauh dari ideal demokrasi seperti ini, seharusnya tim kampanye atau tim sukses itu memaparkan visi dan misi calon mereka kepada masyarakat biar selanjutnya masyarakat yang menentukan calon mana yang akan mereka pilih. Mungkin masyarakat sudah bosan dengan segala janji dan program kerja para kandidat dalam suatu pemilihan umum, karena pada akhirnya program kerja itu hanya jadi alat votegetter untuk memenangkan sebuah kursi kekuasaan.

Tapi inilah kenyataan yang tidak bisa di ingkari. Disatu disisi masyarakat begitu mudah tergiur dengan uang dan minim dari pengetahuan tentang politik dan keinginan untuk memurnikan demokrasi. Disisi lain para calon memanfaatkan keadaan ini untuk kepentingan mereka, dan melupakan pendidikan politik bagi masyarakat. Untuk meniadakan Money Politik hanya ada satu cara berikan kemakmuran dan kesejahteraan, hilangkan kebohohan dan kemiskinan. Setelah itu saya yakin money politik tidak akan bisa jadi budaya dalam sebuah pemilu.

Advertisements