Seorang putra bangsa yang jujur dan begitu mencintai bangsa ini telah tiada. Seorang yang lurus dan rela berkorban demi sebuah idealisme dan komitmen dengan pendirian nya.

Sebagai seorang politisi, mungkin beliau satu diantara sedikit orang yang bisa tetap teguh bertahan dengan pendirian nya, tidak terbawa arus dan tidak mau hidup dalam sebuah sandiwara.

Jika saja beliau mau hidup dalam “kepura-puraan” mungkin langkahnya meninggalkan kursi empuk di DPR tidak akan pernah terjadi. Padahal saat itu posisi nya di PDIP sangat kuat, tapi itulah sebuah idealisme yang tidak pernah mengenal kopromi.

Harapan dan cintannya terhadap bangsa ini sedemikian besar, sehingga ketika dia melihat dengan jelas betapa carut-marutnya bangsa ini beliau sangat kecewa. Kekecewaan itu kian mendalam ketika kendaraan perjuangan nya ( partai) tidak lagi bisa menampung “kejujuran” nya.

Selamat jalan pak…
Kami bangga Indonesia memiliki putra terbaik seperti bapak.
Cinta bapak pada negeri ini tidak akan pernah sia-sia.
Tetap akan jadi bara nasionalisme, memupuk semangat negeri ini untuk mencintai bangsa nya.

( Mengenang Sophan Sophian )

Advertisements