Monthly Archives: November, 2008

Kriptoanalisis

Kriptoanalisis (dari bahasa Yunani kryptós, “tersembunyi”, dan analýein, “melepaskan”) adalah disiplin ilmu mengenai metode membaca pesan terenkripsi (tersandi), tanpa mengetahui informasi rahasia atau kunci yang seharusnya digunakan untuk membaca pesan tersebut. Dalam bahasa sehari-hari, kriptoanalisis bisa dikatakan ilmu memecahkan sandi. Disiplin ilmu yang digunakan pada kriptografi antara lain matematika, linguistik, logika, dan ilmu komputer.

Kriptoanalisis pertama kali dicetuskan oleh ilmuwan Arab zaman kekhalifahan Abbasiyah, Al-Kindi. Dalam bukunya Sebuah Naskah dalam Memecahkan Pesan-Pesan Kriptografis, ia menjelaskan secara detail metode analisis frekuensi, yang merupakan dasar bagi metode-metode kriptoanalisis. Kriptoanalisis terus berkembang sesuai perkembangan teknologi. Salah satu contoh terkenal adalah kriptoanalisis mesin Enigma pada Perang Dunia II. Pada pertengahan 1970-an muncul kelompok baru kriptografi yang disebut kriptografi asimetrik. Penemuan ini menyebabkan terjadinya perubahan radikal pada metode-metode kriptoanalisis, yang melibatkan matematika murni.

Sumber : Wikipedia

Advertisements

Twofish

Twofish merupakan algoritma yang beroperasi dalam mode block. Algoritma Twofish sendiri merupakan pengembangan dari algoritma Blowfish. Perancangan Twofish dilakukan dengan memperhatikan kriteria-kriteria yang diajukan National Institute of Standards and Technology (NIST) untuk kompetisi Advanced Encryption Standard (AES). Tujuan dari perancangan Twofish yang selaras dengan kriteria NIST untuk AES adalah sebagai berikut:

  1. Merupakan cipher blok dengan kunci simetri dan blok sepanjang 128 bit.
  2. Panjang kunci yang digunakan adalah 128 bit, 192 bit. Dan 256 bit.
  3. Tidak mempunyai kunci lemah.
  4. Efisiensi alogoritma, baik pada Intel Pentium Pro dan perangkat lunak lainnya dan platform perangkat keras.
  5. Rancangan yang fleksibel. Rancangan yang fleksibel ini dapat diartikan misalnya dapat menerima panjang kunci tambahan, dapat diterapkan pada platform dan aplikasi yang sangat variatif, serta cocok untuk cipher aliran, fungsi hash, dan MAC.
  6. Rancangan yang sederhana agar memudahkan proses analisis dan implementasi algoritma.

Selain kriteria-kriteria yang telah disebutkan di atas, pada Twofish ditambahkan kriteria performansi sebagai berikut:

  1. Menerima kunci dengan panjang berapapun hingga 256 bit
  2. Mengenkripsikan data dalam waktu kurang dari 500 clock cycles per blok pada Intel Pentium, Pentium # Pro, dan Pentium II, untuk versi algoritma yang teroptimasi sepenuhnya.
  3. Mampu untuk membentuk sebuah kunci 128 bit (untuk kecepatan enkripsi yang optimal) dalam waktu yang kurang dari waktu yang dibutuhkan untuk mengenkripsikan 32 blok pada Pentium, Pentium Pro, dan Pentium II.
  4. Tidak menggunakan operasi-operasi yang membuat Twofish tidak efisien pada mikroprosesor selain 32 bit, mikroprosesor 8 bit, dan mikroprosesor 16 bit. Twofish juga tidak menggunakan operasi-operasi yang dapat mengurangi efisiensinya pada mikroprosesor 64 bit.

Blowfish

Blowfish merupakan sebuah algoritma kunci simetrik cipher blok yang dirancang pada tahun 1993 oleh Bruce Schneier untuk menggantikan DES. Pada saat itu banyak sekali rancangan algoritma yang ditawarkan, namun hampir semua terhalang oleh paten atau kerahasiaan pemerintah Amerika. Schneier menyatakan bahwa blowfish bebas paten dan akan berada pada domain publik. Dengan pernyataan Schneier tersebut blowfish telah mendapatkan tempat di dunia kriptografi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan algoritma kriptografi yang cepat, kuat, dan tidak terhalang oleh lisensi.

Keberhasilan blowfish dalam menembus pasar telah terbukti dengan diadopsinya blowfish sebagai Open Cryptography Interface (OCI) pada kernel Linux versi 2.5 keatas. Dengan diadopsinya blowfish, maka telah menyatakan bahwa dunia open source menganggap blowfish adalah salah satu algoritma yang terbaik. Kesuksesan blowfish mulai memudar setelah kehadiran algoritma-algoritma dengan ukuran blok yang lebih besar, seperti AES. AES sendiri memang dirancang untuk menggantikan DES. Sehingga secara keseluruhan AES lebih unggul dari DES dan juga blowfish.

Blowfish adalah algoritma kriptografi kunci simetrik cipher blok dengan panjang blok tetap sepanjang 64 bit. Blowfish menerapkan teknik kunci yang berukuran sembarang. Ukuran kunci yang dapat diterima oleh blowfish adalah antara 32 bit hingga 448 bit, dengan ukuran default sebesar 128 bit. Blowfish memanfaatkan teknik pemanipulasian bit dan teknik pemutaran ulang dan pergiliran kunci yang dilakukan sebanyak 16 kali. Algoritma utama terbagi menjadi dua subalgoritma utama, yaitu bagian ekspansi kunci dan bagian enkripsi-dekripsi data.

Pengekspansian kunci dilakukan pada saat awal dengan masukan sebuah kunci dengan panjang 32 bit hingga 448 bit, dan keluaran adalah sebuah array subkunci dengan total 4168 byte.Bagian enkripsi-dekripsi data terjadi dengan memanfaatkan perulangan 16 kali terhadap jaringan feistel. Setiap perulangan terdiri dari permutasi dengan masukan adalah kunci, dan substitusi data. Semua operasi dilakukan dengan memanfaatkan operator Xor dan penambahan. Operator penambahan dilakukan terhadap empat array lookup yang dilakukan setiap putarannya.

Profil Pahlawan Nasional yang Dikukuhkan Presiden SBY

M. Natsir

Nama

:

Dr Mohammad Natsir
Gelar

:

Datuk Sinaro Panjang
Lahir

:

Nagari Alahan Panjang, Solok, 17 Juli 1908
Wafat

:

Jakarta, 7 Februari 1993
Istri

:

Puti Nur Nahar
Anak

:

Siti Muchliesah Natsir, 72; Asma Farida Natsir, 69; Aisyahtul Asriah Natsir, 66; Hasnah Faizah Natsir, 67; dan Ahmad Fauzie Natsir, 66

MANTAN ketua Masyumi itu merupakan perdana menteri pertama Indonesia. Wakil perdana menterinya saat itu Sultan Hamengku Buwono IX. Anggota kabinetnya, antara lain, Mohammad Roem, Safrudin Prawiranegara, Sumitro Joyohadikusumo, Djuanda, dan Wahid Hasyim.

Nama Natsir juga kerap dikaitkan dengan PRRI. Sejarawan Anhar Gonggong menyatakan, Natsir tidak pernah menentang NKRI. ’’Anda harus bedakan antara negara dan pemerintah. Itu dua hal yang berbeda,’’ kata Anhar. Yang dilakukan Natsir adalah menentang pemerintah, bukan NKRI.

Gagasan Natsir soal syariah Islam, kata Gogon, berbeda dengan negara Islam. Natsir tidak pernah ingin membentuk negara Islam. ’’Dia usulkan negara berdasarkan syariah Islam. Itupun kalau mayoritas menghendaki. Kalau tidak, dia juga tidak mau,’’ jelas Anhar.

Abdul Halim

Nama

:

Abdul Halim
Lahir

:

Majalengka, 26 Juni 1887
Wafat

:

Bandung, 7 Mei 1962
Istri

:

Siti Murbiyah
Anak

:

Moh. Toha A. Halim, Siti Fatimah, Siti Mahriyah, Abdul Aziz Halim, Siti Halimah Halim, Abdul Harim Halim, dan Toto Taufik Halim


ABDUL HALIM
adalah pahlawan asal Majelengka, Jawa Barat. Dia itu merupakan pendiri organisasi Hayatul Qulub. Organisasi itu membantu petani dan pedagang pribumi menghadapi persaingan dengan pedagang asal Tiongkok yang mendapat kemudahan dari pemerintah Belanda. Organisasi ini pun sempat dilarang oleh pemerintah.

Abdul Halim pun mendirikan Jamiatul Muslimin yang kemudian berubah menjadi Persjarikatan Oelama (PO). Berkat bantuan Ketua Sarekat Islam Tjokroaminoto, PO mendapat pengesahan dari pemerintah belanda. PO kemudian dibekukan pada masa penjajahan Jepang. Saat itu yang boleh berdiri hanya Muhammadiyah dan NU. Barulah pada 1944 PO berubah menjadi Perikatan Oemat Islam (POI) dan pada 1952 menjadi Persatuan Umat Islam.

Sutomo

Nama

:

Sutomo (Bung Tomo)
Lahir

:

Surabaya, 3 Oktober 1920
Wafat

:

Makkah, 7 Oktober 1981
Istri

:

Sulistina Sutomo
Anak

:

Tin Sulistami, 60; H M. Bambang Sulistomo, 58; Sri Sulistami, 57; dan Ratna Sulistami, 50

NAMA Bung Tomo selalu dikaitkan dengan hari pahlawan. Pria asal Blauran, Surabaya, itu merupakan salah seorang pemimpin pertempuran 10 November 1945. Melalui radio, berkali-kali pidato Bung Tomo membangkitkan semangat rakyat. Bung Tomo selalu memulai dan menutup pidato dengan seruan Allahu Akbar. Berkat perjuangannya itu, Bung Tomo sempat diangkat sebagai pimpinan TNI pada 1947.

Pascakemerdekaan, Bung Tomo berjuang di bidang politik dengan mendirikan Partai Rakyat Indonesia (PRI). Melalui pemilu 1955, Bung Tomo menjadi anggota DPR. Sempat pula Bung Tomo diangkat menjadi menteri negara urusan bekas pejuang bersenjata/veteran dan menteri sosial ad interim.

Namun, Bung Tomo yang kritis dan konsisten tak pernah bisa sejalan dengan Soekarno maupun Soeharto. Pada 1977–1978, Bung Tomo dipenjarakan Soeharto karena kritik-kritik tajamnya. (tom/zul/iro)

SUmber : Radar Bogor

Jalan Malioboro

Setelah sekian lama memendam keinginan untuk menginjakan kaki di Malioboro, akhirnya baru tercapai. Tanggal 21 Oktober 2008 saya dan keluarga istri jalan-jalan kesana. Semenjak mulai masuk Malioboro, hati saya bertanya-tanya, inikah jalan yang penuh inspirasi itu. Jalan dimana telah lahir banyak karya yang terinspirasi dari jalan ini.

Saya masih teringat lirik lagu nya Kla Project yang berjudul Yoyakarta. Di dalam lagu tersebut Katon Bagaskara begitu jelas menggambarkan Malioboro. Dan ternyata ini benar-benar nyata, ketika orang datang ke Yogyakarta pasti tak akan pernah lupa untuk mendatangi Malioboro.

Deretan pedagang kaki lima yang berjualan aneka barang dan souvenir sungguh amat menggoda, ingin rasanya setiap melihat barang dan merasa tertarik langsung membelinya.

Malioboro adalah gerak waktu tanpa jeda istirahat, dari pagi sampai pagi lagi terus berdenyut napas kehidupan disana. Kegiatan ekonomi, wisata, hiburan bersatu dalam keindahan dan kekhasan Malioboro.

Berikut ini lirik lagu Yogyakarta Kla project

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi (untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi) Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi) Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…