Jalan Malioboro

Setelah sekian lama memendam keinginan untuk menginjakan kaki di Malioboro, akhirnya baru tercapai. Tanggal 21 Oktober 2008 saya dan keluarga istri jalan-jalan kesana. Semenjak mulai masuk Malioboro, hati saya bertanya-tanya, inikah jalan yang penuh inspirasi itu. Jalan dimana telah lahir banyak karya yang terinspirasi dari jalan ini.

Saya masih teringat lirik lagu nya Kla Project yang berjudul Yoyakarta. Di dalam lagu tersebut Katon Bagaskara begitu jelas menggambarkan Malioboro. Dan ternyata ini benar-benar nyata, ketika orang datang ke Yogyakarta pasti tak akan pernah lupa untuk mendatangi Malioboro.

Deretan pedagang kaki lima yang berjualan aneka barang dan souvenir sungguh amat menggoda, ingin rasanya setiap melihat barang dan merasa tertarik langsung membelinya.

Malioboro adalah gerak waktu tanpa jeda istirahat, dari pagi sampai pagi lagi terus berdenyut napas kehidupan disana. Kegiatan ekonomi, wisata, hiburan bersatu dalam keindahan dan kekhasan Malioboro.

Berikut ini lirik lagu Yogyakarta Kla project

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi (untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi) Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi) Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s