Monthly Archives: December, 2008

Hari ibu untuk ibuku

Senin kemarin, 22 Desember 2008, bertepatan dengan hari Ibu yang peringati d Indonesia. Sementara di dinegara lain hari ibu atau Mothers Day dirayakan dibulan yang berbeda dengan Indonesia. Inilah salah satu bentuk penghormatan terhadap seorang Ibu yang memang memberikan jasa dan sumbangsih yang sangat besar bagi perabadan suatu bangsa.

Kemarin bagi saya juga adalah sebuah hari ibu yang sesungguhnya. Bertepatan dihari Ibu, Ibu saya sakit, malam seninnya badannya pas dingin dan tidak bisa tidur. Saya hampir tidak bisa tidur, saya dan istri berusaha semaksimal mungkin mengupayakan supaya demam ibu gak tinggi.

Paginya saya putuskan untuk tidak masuk kantor, pagi-pagi sekali setelah dibuatkan minum yang hangat dan juga sarapan bubur aku bawa ibu ke dokter. Setelah diperiksa ibu hanya demam biasa aja, katanya dengan istirahat dua sampe tiga hari aja akan sehat kembali,alhamdulillah.

Sebenarnya hari ibu tidak hanya pas tanggal 22 desember saja. Semua hari adalah hari-hari untuk berbakti kepada ibu dan juga bapak. Tapi tanggal 22 Desember adalah sebuah penghargaan dari negara terhadap perjuangan seorang ibu.

Dalam sejarahnya penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.Dan Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Dan pada akhirnya peringatan hanyalah sebuah seremonial untuk mengingatkan kita semua pada kewajiban untuk berbakti pada orang tua, terutama ibu.Karena jasa dan pengabdian seorang ibu tidak akan bisa terbalas dengan apapun.

Banyak sudah lirik lagu, puisi dan tulisan yang mendedikasikan nya untuk seorang ibu. Seperti lirik Lagu Iwan Fals dibawah ini.

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….

Selamat hari Ibu untuk semua Ibu di Indonesia.

Advertisements

Jalan Wanaherang

Pagi saya pergi kekantor tidak telat, karena jalan wanaherang yang biasanya macet sudah lumayan lancar. Perbaikan jalan yang sudah berlangsung lebih dari dia bulan itu kayanya mulai digeber supaya selesai diakhir tahun ini.

Meski jalannya masih searah, karena yang sebelahnya betonnya blom lama, jd belom bisa dilewati kendaraan. Tapi tepat didepan pasar wanaherang, gunung putri tepat diujung jalan beton kubangan air masih belum diperbaiki. Terpaksa kendaraan mau gak mau harus melewati tuh jalan. Dan yang paling kasihan banyak kendaraan yang mati pas melewati kubangan tersebut karena airnya lumayan tinggi.

Tapi kayanya diakhir tahun ini proyek tersebut bakal selesai. Saya aneh juga kenapa gak dari dulu diselesaikan, jangan mepet kaya sekarang atau ini hanya proyek untuk abisin kelebihan anggaran ditahun 2008 kali yah.

Apapun alasannya saya selaku pengguna jalan berharap jalan tersebut bisa dilewati dengan nyaman dan lancar. Dan satu lagi pedagang kaki lima jangan dibiarkan berjualan dipinggir jalan. itu yang bikin jalan tetep macet meski sdh diperbaiki, ini akan bikin proyek ini sia-sia.

Apa Perbedaan Air Biasa, Air Beroksigen, dan Air Heksagonal?

Akhir-akhir ini pasaran air minum dimarakkan oleh munculnya produk air terbaru, yaitu air beroksigen dan air heksagonal. Kehadiran kedua produk air tersebut tentu saja mengundang rasa penasaran banyak kalangan. Tidak sedikit yang bertanya, apa bedanya air beroksigen dan air heksagonal dengan air biasa? Benarkah kedua produk air tersebut begitu hebat seperti yang diiklankan? Tulisan ini menyoroti air heksagonal karena memiliki banyak perbedaan dibandingkan dengan kedua jenis air lainnya.

Ketiga jenis produk air tersebut sebenarnya memiliki kesamaan, yaitu tersusun atas 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen (H2O). Air biasa (kalau yang dimaksud adalah air minum botolan) adalah air yang telah diproses sehingga menghasilkan air yang layak minum berdasarkan standar air minum yang sehat. Sementara, air beroksigen adalah air minum yang dibuat secara khusus, dengan tekanan dan suhu tertentu, yang memungkinkan air itu mampu menangkap oksigen lebih banyak. Boleh dikatakan, air biasa dan air beroksigen persis sama. Hanya terdapat perbedaan pada kandungan oksigen terlarutnya.

Kelarutan oksigen dalam air sangat rendah. Pada suhu 20° kelarutan oksigen dalam air (tekanan 1 atm) sekitar 0.0045 mg O2/100 mg air. Apabila ditambahkan oksigen ke dalamnya, air secara perlahan akan melepaskan oksigen kembali ke alam. Oleh karenanya jangan terlalu lama menyimpan air beroksigen, ia akan berubah kembali menjadi air biasa. Walaupun disimpan dalam botol tertutup, oksigen dapat menembus botol kemasan plastik (polimer) yang berpori halus.

Produk air beroksigen merupakan sebuah kemajuan. Lahirnya produk ini disebabkan manusia membutuhkan air minum yang sehat, bukan sekadar untuk menghilangkan dahaga. Air memiliki fungsi fisiologis yang sangat penting dalam menentukan derajat kesehatan. Sekitar 70 persen bobot orang dewasa berupa air. Implikasinya terhadap kesehatan cukup signifikan. Apabila air yang kita konsumsi berkualitas buruk, maka kesehatan kita menurun. Sebaliknya, jika air yang kita konsumsi berkualitas baik, maka kesehatan kita meningkat.

Keberadaan oksigen terlarut dalam air minum memberikan dampak positif bagi kesehatan. Air ini mampu meningkatkan suplai oksigen ke setiap sel tubuh, melarutkan zat gizi, dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh, merangsang kelangsungan hidup sel, mengatur suhu tubuh, serta melarutkan bahan-bahan berbahaya dan zat buangan ke luar tubuh. Efektivitas berbagai fungsi tersebut dipengaruhi oleh kualitas air itu sendiri, kondisi kesehatan tubuh, interaksi dengan zat gizi lain serta antibiotik dan obat-obatan.

Air heksagonal

Air heksagonal, seperti halnya air biasa, tersusun atas H2O Yang membedakan air ini dengan air biasa atau air beroksigen adalah formasi kelompok molekul H2O. Air merupakan rangkaian/kumpulan molekul H2O. Rangkaian tersebut terbentuk karena ada sejumlah gaya yang bekerja sehingga memungkinkan molekul H2O membentuk formasi yang khas.

Pada air biasa (juga pada air beroksigen) lima molekul H2O berkelompok membentuk formasi pentagonal (segi lima). Selanjutnya kelompok-kelompok tersebut membentuk rangkaian berupa air seperti yang kita jumpai sehari-hari. Pada air heksagonal, enam molekul H2O berkelompok membentuk formasi heksagonal (segi enam). Fenomena ini terjadi karena air dipengaruhi oleh magnet dan radiasi elektrik tertentu (gelombang panjang infra merah).

Terkait dengan perbedaan struktur tersebut, air dikelompokkan menjadi dua jenis. Pertama, Bounding water. Yaitu air dengan formasi rangkaian molekul H2O yang cenderung membentuk kelompok besar dan tidak stabil. Air ini biasanya membentuk formasi pentagonal, antara lain air botolan (H2O) 36-46, air keran (H2O) 50-60, air tanah (H2O) 70-80, serta air tercemar dan air rebusan (H2O) 200-300. Kedua, Clustered water. Yaitu air dengan formasi rangkaian molekul H2O yang cenderung membentuk kelompok kecil dan stabil, misalnya air heksagonal (H2O)6.

Secara alami, air heksagonal terdapat di alam. Namun keberadaannya semakin langka karena pencemaran di muka bumi yang semakin parah. Tetapi dengan kemajuan teknologi, kita mampu membuat air heksagonal. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk membuat air ini antara lain; 1) air harus bersih dengan oksigen terlarut lebih dari jumlah maksimum, 2) jumlah mineral esensial harus cukup, terutama Ca2+ sebagai agen pembuat formasi heksagonal yang terlarut dalam air, 3) memiliki pH sekitar 7,1-7,4, dan 4) suhu air normal mendekati dingin. Selanjutnya air tersebut diionisasi dengan menggunakan energi fisik dan elektromagnetik serta dikombinasikan dengan tembakan gelombang sinar infra merah.

Satu contoh praktis untuk menguji air heksagonal atau tidak adalah dengan menggunakan kecap asin. Sediakan 2 gelas kaca dan masukkan 4 sendok makan kecap asin ke masing-masing gelas. Gelas pertama rendam pada mangkok yang berisi air biasa. Gelas kedua rendam pada mangkok berisi air heksagonal. Setelah dibiarkan selama 30 menit, kecap asin yang ditempatkan pada air heksagonal berkurang rasa asinnya. Sementara, pada air biasa rasa asinnya tetap. Perbedaan ini disebabkan karena air heksagonal berbentuk kelompok kecil sehingga lebih mudah menembus dinding gelas kaca (melalui proses osmosis) dan bercampur dengan kecap asin yang ada di dalamnya.

Manfaat air heksagonal

Air heksagonal memiliki perbedaan dengan air biasa. Perbedaan ini berpengaruh terhadap perjalanan reaksi biokimia di dalam tubuh. Sifat air heksagonal yang membentuk kelompok kecil (H2O)6 dan stabil sangat menguntungkan kesehatan tubuh manusia. Ia lebih mudah masuk ke dalam sel, mengaktifkan proses metabolisme sel, dan menghasilkan lebih banyak energi. Selanjutnya, ia juga lebih efektif melarutkan dan membuang zat sisa metabolisme yang bersifat racun bagi tubuh.

Cairan tubuh manusia terdiri atas tiga golongan. Air heksagonal menempati porsi terbesar yaitu 62 persen. Air pentagonal 24 persen, dan sisanya 14 persen berbentuk tetrahedral yang terkait satu sama lainnya membentuk rantai. Oleh karena itu tubuh kita sangat membutuhkan air heksagonal. Penurunan volume air heksagonal dalam cairan sel tubuh hingga 50-60 persen akan menyebabkan kematian.

Bahan pengawet dan pewarna makanan, antibiotik, logam berat pada ikan tercemar, residu pestisida pada buah dan sayuran, radiasi, alkohol, stres serta depresi dapat merusak air heksagonal dan meningkatkan volume air pentagonal di dalam cairan sel tubuh. Bahkan, faktor-faktor tersebut bisa secara langsung memicu terbentuknya sel kanker. Apabila sel kanker ini mati, pengaruhnya bagi tubuh tidak berbahaya. Tetapi jika sel tersebut tetap hidup, ia akan memengaruhi sel lainnya sehingga kanker makin meluas.

Keberadaan air heksagonal sangat positif bagi kesehatan tubuh. Ia dapat meningkatkan kualitas cairan sel tubuh, memberikan lebih banyak energi pada sel, membantu melindungi inti sel dari zat sisa metabolisme, meningkatkan kemampuan sel menetralisir dan membuang toksin, meningkatkan kandungan oksigen dan daya serap terhadap zat gizi, serta meningkatkan kemampuan sel untuk memperbaiki diri.

Air beroksigen memiliki karakteristik hampir sama dengan air biasa, hanya kandungan oksigen terlarutnya lebih banyak. Sementara air heksagonal, selain mengandung oksigen lebih banyak, juga formasi struktur molekul H>subscript<2>res<>res< maupun baik berbeda, agak lainnya sifat-sifat Sehingga berbeda.>

Kemampuan air mengikat oksigen sangat terbatas sehingga oksigen terlarutnya dapat lepas kembali. Begitupun dengan air heksagonal, ia dapat rusak oleh suhu, sinar matahari, atau sebab lainnya. Oleh karena itu sebaiknya jangan terlalu lama menyimpan keduanya.

Meskipun air beroksigen dan air heksagonal memiliki kelebihan dibandingkan dengan air biasa, keduanya bukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit. Air hanya mendukung terciptanya kesehatan yang lebih optimal sehingga tubuh mampu melindungi diri dari ancaman penyakit.

Mahani SP MSi, Ahli Gizi pada Pusat Konsultasi Gizi “Sehati” Bogor

Sumber : Kompas

12 Pulau Terluar Rawan Dikuasai Negara Tetangga

nkri

Berikut ini adalah berita tahun 2005, yang saya copy dari web nya kompas, yang berisi tentang pulau2 terluar yg rawan di kuasai negara tetangga.

Semoga pembahasan soal pulau2 terluar tersebut itdak hanya terjadi saat keadulatan kita terancam saja, tetapi menjadi tugas kita bersama utk menjaga keutuhan negara kita tercinta.

INDONESIA kalah dengan Malaysia pada perebutan Pulau Sipadan dan Ligitan dengan tiga alasan, yaitu Malaysia secara terus-menerus berada di pulau tersebut, penguasaan efektif pulau, dan perlindungan serta pelestarian ekologis. Dari 92 pulau terluar di Indonesia, 67 pulau (28 pulau berpenduduk dan 39 pulau belum berpenduduk) berbatasan langsung dengan negara tetangga dan 12 pulau di antaranya rawan penguasaan efektif oleh negara lain.

Berikut profil ke-12 pulau tersebut yang disarikan dari wawancara dengan Direktur Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan Alex SW Retraubun dan dari buku Profil Pulau-pulau Kecil Terluar di Indonesia yang disusun Alex SW Retraubun dan Sri Atmini, Departemen Kelautan dan Perikanan (2004).< Perikanan dan Kelautan Departemen Atmini, Sri Retraubun SW Alex disusun yang Indonesia di Terluar Kecil Pulau-pulau Profil buku dari Pemberdayaan Direktur dengan wawancara disarikan tersebut pulau ke-12>

1. Pulau Rondo Kelurahan Ujung Ba’u, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (di peta pulau nomor 84).

Terletak di ujung utara Pulau Weh, merupakan pulau terluar strategis di ujung barat Indonesia yang menjadi jalur pelayaran internasional, berbatasan dengan India, tidak dihuni tetap dan hanya dihuni oleh petugas jaga mercusuar. Kekayaan alam berupa perikanan dan terumbu karang, rawan pencurian ikan (illegal fishing).

2. Pulau Sekatung, Desa Air Payang, Kelurahan Pulau Laut, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Riau (di peta pulau nomor 10).

Terletak di utara Kepulauan Natuna, masuk Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Vietnam, termasuk gugusan Pulau Natuna selain Pulau Sedanau, Bunguran, dan Midai, luasnya sekitar 0,3 kilometer persegi. Tidak berpenghuni, sering digunakan sebagai persinggahan nelayan lokal dan asing, potensi berupa perikanan dan terumbu karang, rawan illegal fishing.

3. Pulau Nipa, Desa Pemping, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Riau (di peta pulau nomor 89).

Pulau kecil tak berpenghuni yang berbatasan dengan Singapura, 80 persen merupakan batuan karang mati dan 20 persen batuan berpasir. Luas dataran lonjong ini sekitar 60 hektar, di sekitar pulau ini dijadikan penambangan pasir. Akibatnya, terjadi abrasi yang mengancam tenggelamnya pulau di tengah pelayaran lalu lintas internasional yang frekuensinya tinggi.

4. Pulau Berhala, Kecamatan Tanjungbintang, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara (di peta pulau nomor 85).

Berada di Selat Malaka yang berbatasan dengan Malaysia, tak berpenghuni, luas sekitar 2,5 kilometer persegi dan dikelilingi hamparan terumbu karang. Memiliki kekayaan alam berupa keindahan terumbu karang bawah laut dan hutan tropis dengan keanekaragaman hayati tinggi, rawan illegal fishing dan effective occupation dari negara tetangga.

5. Pulau Marore, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara (di peta pulau nomor 26).

Salah satu pulau kecil di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan Filipina. Berada di kepulauan berpenduduk sekitar 640 jiwa, luas sekitar 214,49 ha, termasuk gugusan Pulau Kawio, merupakan wilayah khusus di perbatasan Filipina yang disebut check point border crossing area, rawan illegal fishing.

6. Pulau Miangas, Desa Miangas, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (di peta pulau nomor 28).

Salah satu gugusan Kepulauan Nanusa yang berbatasan langsung dengan Filipina, luas sekitar 3,15 kilometer persegi. Jarak Pulau Miangas dengan Kecamatan Nanusa sekitar 145 mil, sedangkan jarak ke Filipina hanya 48 mil. Ada penduduknya yang mayoritas Suku Talaud, perkawinan dengan warga Filipina tidak bisa dihindarkan lagi. Dilaporkan mata uang yang mereka gunakan adalah peso, jumlah penduduk tahun 2003 sebanyak 678 jiwa, sudah ada listrik dari PLTD 10 KVA. Belanda menguasai pulau ini sejak tahun 1677, sejauh ini Filipina yang sejak tahun 1891 memasukkan Miangas dalam wilayahnya sudah menerima Pulau Miangas sebagai wilayah Indonesia berdasarkan keputusan Mahkamah Arbitrase Internasional. Rawan terorisme dan penyelundupan.

7. Pulau Marampit, Kecamatan Pulau Karatung, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (di peta pulau nomor 29).

Salah satu pulau di Laut Sulawesi yang berbatasan dengan Filipina, berpenghuni dengan jumlah penduduk sekitar 1.436 jiwa, luas pulau 12 kilometer persegi, pulau terluar yang dibatasi Samudra Pasifik di sebelah utara dan timur. Sarana navigasi pelayaran dan dermaga hingga kini belum terpasang, rawan abrasi karena berhadapan dengan laut lepas, rawan illegal fishing dan effective occupation dari negara tetangga.

8. Pulau Batek, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (di peta pulau nomor 61).

Merupakan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, berada di perbatasan antara wilayah Kabupaten Kupang, NTT, dan Oekusi, Timor Leste, luas sekitar 25 ha. Menjadi tempat bertelur penyu-penyu serta lokasi migrasi lumba-lumba. Untuk mencapainya cukup mudah karena perairan di sebelah utaranya merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) jalur 3 yang menjadi jalur pelayaran internasional, rawan illegal fishing dan effective occupation dari negara tetangga.

9. Pulau Dana, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (di peta pulau nomor 62).

Terletak di sebelah selatan Pulau Rote yang merupakan pulau terluar berbatasan dengan Australia. Letaknya strategis karena menjadi pintu masuk jalur pelayaran internasional (ALKI jalur 3), tidak berpenghuni, jarak dengan Kota Kupang 120 kilometer dan dengan Pulau Rote 4 kilometer. Untuk mencapainya bisa ditempuh dengan perahu motor, rawan illegal fishing dan effective occupation dari negara tetangga.

10. Pulau Fani, Kecamatan Ayau, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua (di peta pulau nomor 34).

Pulau terluar yang berbatasan dengan Republik Palau, termasuk gugusan Pulau-pulau Asia. Ada penghuninya, luas wilayah sekitar sembilan kilometer persegi. Jarak ke Kota Sorong 220 kilometer dan dapat dicapai dengan kapal motor selama 35 jam. Penduduknya lebih sering berinteraksi dengan negara tetangga, rawan illegal fishing dan effective occupation dari negara tetangga.

11. Pulau Fanildo, Kecamatan Supiori Utara, Kabupaten Biak Numfor, Papua (di peta pulau nomor 36).

Salah satu gugusan Pulau Mapia, pulau tak berpenghuni yang berbatasan dengan Republik Palau, luas sekitar 0,1 kilometer persegi yang sekelilingnya merupakan pantai berpasir dan hamparan terumbu karang. Jarak dengan ibu kota Biak Numfor 280 kilometer. Untuk mencapai pulau ini bisa dengan menggunakan pesawat udara dan kapal laut rute Jakarta-Biak-Mapia, rawan illegal fishing dan effective occupation dari negara tetangga.

12. Pulau Bras, Kecamatan Supiori Utara, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua (di peta pulau nomor 37).

Terletak di ujung utara Pulau-pulau Mapia, berbatasan dengan Republik Palau, luasnya 3,375 kilometer persegi, jarak Pulau Bras dengan Kabupaten Biak Numfor 280 kilometer dan dengan Pulau Supiori 240 kilometer yang dapat dicapai dengan perahu motor. Dihuni sekitar 50 jiwa penduduk, potensial untuk wisata terumbu karang, mata pencaharian nelayan dan membuat kopra, rawan abrasi dan rawan illegal fishing serta effective occupation dari negara tetangga. (AMR)

Sumber : Kompas

Jalanan Becek

Tadi malam hujan membuat jalanan ke kampungku becek dan licin. Sebenarnya malu juga mengakui alamat sendiri, sebab masih kampung yang tertinggal jalan aja masih becek.

Tadi pagi berangkat ke kantor dari rumah jam 6 pagi. Aku sama istri naik motor lengkap dengan jas hujan. Dijalan harus extra hati2 karena jalannya becek karena maklum masih tanah merah.

Setelah sampe jalanan aspal ternyata masih kotor juga, jalan aspal berwarna merah karena tanah yang dibawa oleh truk-truk pengangkut tanah sepanjang jalan , ditambah air hujan sdh mirip adonan utk bikin kue.

Khusus untk kampungku, mungkin masyarakat disana sudah jenuh berharap, harapan mereka tak kunjung terwujud, mereka mendambakan jalan kampungnya di aspal tak juga di realisasikan.

Padahal Indonesia sdh merdeka 63 tahun yang lalu, dan Pemda Kab. Bogor sendiri saya yakin gak kekurangan duit walo hanya utk mengaspal jalan-jalan dikampung seperti dikampung saya itu.

Semoga saja bupati Kab. bogor yang baru terpilih bisa lebih melihat dan mengerti harapan-harapan masyarakatnya, terutama soal jalan.

Supaya anak-anak yang berangkat kesekolah sepatunya gak kotor dengan tanah. Dan terlebih saya juga bisa berangkat kerja gak repot seperti pagi ini.