Monthly Archives: November, 2012

Klasifikasi, Potensi dan Fungsi Desa serta Ciri-ciri Masyarakat Desa

Klasifikasi Desa

Desa dapat diklasifikasikan menurut:

Menurut aktivitasnya

  • Desa agraris, adalah desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang pertanian dan perkebunanan.
  • Desa industri, adalah desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang industri kecil rumah tangga.
  • Desa nelayan, adalah desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang perikanan dan pertambakan.

Menurut tingkat perkembangannya

  • Desa Swadaya

Desa swadaya adalah desa yang memiliki potensi tertentu tetapi dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan ciri:

  1. Daerahnya terisolir dengan daerah lainnya.
  2. Penduduknya jarang.
  3. Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris.
  4. Bersifat tertutup.
  5. Masyarakat memegang teguh adat.
  6. Teknologi masih rendah.
  7. Sarana dan prasarana sangat kurang.
  8. Hubungan antarmanusia sangat erat.
  9. Pengawasan sosial dilakukan oleh keluarga. Continue reading →
Advertisements
Ciri-ciri Desa berdasarkan tahap pembangunannya.
1. Desa Primitif
Belum mengalami sentuhan perubahan kebudayaan (sivilisasi) manusia. Contoh: desa-desa di Irian Jaya, penduduknya masih menggunakan koteka, desa-desa masyarakat tertinggal di Riau dan Jambi (Orang Sakai), Desa-desa orang baduy di Jawa Barat dan desa-desa masyarakat Dayak di Kalimantan dengan cara bertani berpindah-pindah.
Ciri-cirinya antara lain:
  1. Masyarakat terisoler, belum bersentuhan dengan kehidupan modern atau sangat sedikit bersentuhan
  2. Cara bertani sangat primitif, menanam ubi, berburu, bakar hutan, pertanian berpindah-pindah
  3.  Belum ada yang bersekolah atau baru mulai satu-satu.
  4. Kebanyakan masih memakai alat-alat primitive buatan tangan
  5. ┬áKeper cayaan umumnya belum agama, tetapi masih berupa aliran kepercayaan Continue reading →

Saatnya Desa Menjadi Lokomotif Kemajuan

Sebenarnya desa sangat kaya akan gudang kearifan dan potensi bagi bangsa ini. Sayangnya, usaha memaksimalkan potensi sosial desa dalam mendukung kemajuan bangsa belum maksimal. Dasar-dasar sosial telah mengakar dan menancap kuat di desa serta dijalankan dengan sukarelawan oleh aktivis sosial desa. Kelebihan masyarakat desa yang guyub dan dibentuk dengan jiwa gotong royong tinggi menjadikan desa sebagai sumber inspirasi dalam membangun Indonesia di masa depan. Potensi-potensi di desa adalah potensi Indonesia yang sebenarnya mempunyai peluang strategis untuk dikembangkan secara profesional.

Selama ini pembangunan nasional kerap melalaikan signifikansi lembaga sosial desa sehingga pembangunan gampang macet di tengah jalan. Pembangunan dan segala kajian serta penelitian yang melingkupinya sedikit sekali yang mau berguru dengan spirit dan etos masyarakat desa sehingga pembangunan bangsa tercerabut dari akar kulturalnya yang sangat signifikan. Robert Chambers (1987: 60) mengkritik gerak negara dan kaum intelektual yang gagal melakukan appraisal (penilaian) atas fakta sosial (social fact) di sekeliling sosiologi pedesaan. Continue reading →