Monthly Archives: December, 2012

Ciri-Ciri Desa Menurut Para Ahli

a. Menurut Roucek – Warren :
• Kelompok primer merupakan kelompok dominan
• Hubungan antar warga bersifat akrab dan awet
• Homogen dalam berbagi aspeknya
• Mobilitas sosial rendah
• Keluarga lebih dilihat fungsinya secara ekonomis sebagai unit produksi
• Proporsi anak lebih besar
(Sumber : http://ifzanul.blogspot.com/2010/06/masyarakat-tradisional-masyarakat.html)

b. Menurut Mayor Polak :
• Bersifat kekeluargaan
• Bersifat koeltif dalam pembagian dan pengerjaan tanah
• Bersifat kesatuan ekonomis, yaitu dapat memenuhi kebutuhan sendiri (subsistensi)
(Sumber : http://ifzanul.blogspot.com/2010/06/masyarakat-tradisional-masyarakat.html)

c. Menurut Bauchmant :
• Jumlah penduduk kecil
• Sebagian besar penduduk dari pertanian
• Dikuasai alam
• Homogen
• Mobilitas rendah
• Hubungan intim
(Sumber : http://ifzanul.blogspot.com/2010/06/masyarakat-tradisional-masyarakat.html)

d. Menurut Talcott Parson :
• Afektifitas : Hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta, kesetiaan, dan kemesraan. Wujudnya berupa sikap tolong menolong terhadap orang lain.
• Orientasi kolektif : meningkatkan kebersamaan, tidak suka menonjolkan diri, tidak (enggan) berbeda pendapat
• Partikularisme : semua hal yang berhubungan dengan apa yang khusus untuk tempat atau daerah tertentu saja, perasaan subjektif, rasa kebersamaan
• Askripsi : berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang disengaja, tetapi lebih merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keharusan
• Kekaburan (Diffusenses) : sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antarpribadi, tanpa ketegasan yang dinyatakan secara eksplisit (tidak to the point).
(Sumber : http://community.gunadarma.ac.id/public/blogs/view/name_ariyanto/id_8936/title_masyarakat-pedesaan-dan-perkotaan/)

e. Menurut Paul H Landis :
• Umumnya mereka curiga terhadap orang luar yang masuk
• Para orang tua umumya otoriter terhadap anak-anaknya
• Cara berfikir dan sikapnya konservatif dan statis
• Mereka amat toleran terhadap nilai-nilai budayanya sendiri, sehingga kurang toleran terhadap budaya lain
• Adanya sikap pasrah menerima nasib dan kurang kompetitif
• Memiliki sikap udik dan isolatif serta kurang komunikatif dengan kelompok sosial di atasnya
(Sumber : http://scooteris.multiply.com/journal/item/11/KELOMPOK_SOSIAL)

f. Menurut Poplin (1972) :
• Perilaku masyarakatnya homogen
• Perilakunya yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
• Perilakunya yang berorientasi pada tradisi dan status
• Isolasi sosial, sehingga statik
• Kesatuan dan keutuhan kultural
• Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
• Kolektivisme
(Sumber : http://community.gunadarma.ac.id/public/user/blogs/view/name_ariyanto/id_8936/title_masyarakat-pedesaan-dan-perkotaan/)

g. Menurut Lowrrey Nelson :
• Mata pencaharian : agraris homogen
• Ruang kerja : terbuka, terletak di sawah, ladang dsb
• Musim/ cuaca : sangat penting untuk tentukan masa tanam/panen
• keahlian/ ketrampilan : umum dan merata untuk setiap orang
• kesatuan kerja keluarga : sangat umum
• jarak rumah dengan tempat kerja : berdekatan
• kepadatan penduduk : rendah / sedikit
• besarnya kelompok : sedikit / kecil
• kontak sosial : sedikit / pribadi
• rumah : tradisional / pribadi
• lembaga / institusi : kecil / sederhana
• kontrol sosial : adat istiadat, kebiasaan
• sifat dari kelompok : bergerak dari kegiatan primer
• mobilitas penduduk : rendah
• status sosial : stabil
• stratifikasi sosial : sedikit
(Sumber : http://indahpurnamawati.blogdetik.com/2009/10/30/ciri-ciri-desa/)

h. Menurut Soerjono Soekanto :
• Kehidupan masyarakat sangat erat dengan alam
• Kehidupan petani sangat bergantung pada musim
• Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja
• Struktur perekonomian bersifat agraris
• Hubungan antar anggota masyarakat desa berdasar ikatan kekeluargaan
• Perkembangan sosial relatif lambat
• Kontrol sosial ditentukan oleh moral dan hukum informal
• Norma agama dan adat masih kuat
(Sumber : http://indahpurnamawati.blogdetik.com/2009/10/30/ciri-ciri-desa/)

i. Menurut Dirjen Bangdes (Pembangunan Desa) :
• Perbandingan lahan dengan manusia(man-land ratio) cukup besar artinya lahan di pedesaan relatif luas dari pada jumlah penduduk, sehingga kepadatan penduduknya masih rendah
• Lapangan kerja yang dominan agraris
• Hubungan warga desa akrab
• Tradisi lama masih berlaku.
(Sumber : http://indahpurnamawati.blogdetik.com/2009/10/30/ciri-ciri-desa/)

Advertisements

Uga Wangsit Siliwangi ( Terjemahan )

Terjemahan bebas Uga Wangsit Siliwangi.

Prabu Siliwangi berpesan pada warga Pajajaran yang ikut mundur pada waktu beliau sebelum menghilang :
“Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar. Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi raja yang rakyatnya lapar dan miskin.”

Dengarkan! Yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke selatan! Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, cepat memisahkan diri ke utara! Yang ingin berbakti kepada raja yang sedang berkuasa, cepat memisahkan diri ke timur! Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke barat!

Dengarkan! Kalian yang di timur harus tahu: Kekuasaan akan turut dengan kalian! dan keturunan kalian nanti yang akan memerintah saudara kalian dan orang lain. Tapi kalian harus ingat, nanti mereka akan memerintah dengan semena-mena. Akan ada pembalasan untuk semua itu. Silahkan pergi!

Continue reading →

Uga Wangsit Siliwangi (Bahasa Sunda)

Carita Pantun Ngahiangna Pajajaran

Pun, sapun kula jurungkeun
Mukakeun turub mandepun
Nyampeur nu dihandeuleumkeun
Teundeun poho nu baréto
Nu mangkuk di saung butut
Ukireun dina lalangit
Tataheun di jero iga!

Saur Prabu Siliwangi ka balad Pajajaran anu milu mundur dina sateuacana ngahiang : “Lalakon urang ngan nepi ka poé ieu, najan dia kabéhan ka ngaing pada satia! Tapi ngaing henteu meunang mawa dia pipilueun, ngilu hirup jadi balangsak, ngilu rudin bari lapar. Dia mudu marilih, pikeun hirup ka hareupna, supaya engké jagana, jembar senang sugih mukti, bisa ngadegkeun deui Pajajaran! Lain Pajajaran nu kiwari, tapi Pajajaran anu anyar, nu ngadegna digeuingkeun ku obah jaman! Pilih! ngaing moal ngahalang-halang. Sabab pikeun ngaing, hanteu pantes jadi Raja, anu somah sakabéhna, lapar baé jeung balangsak.”

Continue reading →

Bupati Bogor Janjikan Ada Masjid Raya di Setiap Kecamatan

Cibinong (Bogor Online) – Bupati Bogor Rachmat Yasin menjanjikan jika setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor akan didirikan masjid raya. Janji tersebut diucapkan bupati saat menghadiri dzikir di Masjid Nuruk Taqwa di Kecamatan Jonggol.

“Tahun depan, saya merencanakan di tiap-tiap Kecamatan memiliki Masjid besar seperti ini, sehingga penggunaan Masjid sebagai sarana penunjang kegiatan keagamaan akan maksimal. Dan pada tahun 2013, saya berencana Masjid Nurul Taqwa menjadi masjid raya Jonggol,” katanya.

Selain melakukan melakukan zikir dengan para ulama, Bupati juga akan memperhatikan Sektor Kesehatan Masyarakat Jonggol. Ia menyatakan Pemkab Bogor telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar bagi pemeliharaan kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor di tahun 2013 mendatang. Continue reading →

Daftar Gubernur Jawa Barat

Berikut ini adalah daftar Gubernur Jawa Barat.

No Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan
1. Mas Sutardjo Kertohadikusumo 1945
2. Datuk Djamin 1945 1946
3. Murdjani 1946
4. R. Mas Sewaka 1946 1948
5. Ukar Bratakusumah 1948 1950 Masa PDRI
6. R. Mas Sewaka 1950 1951
5. Sanusi Hardjadinata 1951 1956
6. Ipik Gandamana 1956 1959
7. Mashudi 1960 1970
8. Solihin G.P. 1970 1974
9. Aang Kunaefi 1975 1985
10. Yogie Suardi Memet 1985 1993
11. R. Nuriana 1993 13 Juni 2003
12. Danny Setiawan 13 Juni 2003 2008
13. Ahmad Heryawan 13 Juni 2008 2013