Bupati Bogor dan Wakilnya ‘Bertarung’ di Pemilukada 2013

BOGOR– Bupati Bogor, Drs Rachmat Yasin, dan wakilnya, Karyawan Faturachman SH, mulai “perang urat saraf” untuk memperebutkan “kursi bupati” pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berlangsung Juni 2013. Begitu juga Ketua Partai Politik (Parpol) lainnya Golkar, PAN, Demokrat, Gerindra “menjagokan” diri sebagai kandidat bupati, dan hanya PKS yang melakukan penjaringan dari kadernya.

Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu DPC PDI-P Kabupaten Bogor, Bayu Syahjohan, Selasa (14/8), mengatakan partainya sudah menyatakan “harga mati” untuk mengusung Wakil Bupati, Karyawan Faturachman SH (Karfat), pada pilkada Juni 2013. “Sekarang para kader partai sudah merapatkan barisan mengusung “Karfat” menjadi bupati.”

Sudah dua kali pilkada, kader PDI-P hanya selalu menjadi nomor 2 (wakil) dan pada pelaksanaan pilkada 2013 mendatang, kader PDI-P siap menjadi nomor 1 (bupati) di Kabupaten Bogor. Tidak ada lagi yang harus dipertimbangkan karena PDI-P merupakan pemenang kedua pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2008 lalu.

Di tempat terpidah Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh Yanwar, mengatakan pada pelaksanaan Pilkada 2013 mendatang tetap mempertahankan koalisi PPP dan PDI-P yakni Rachmat Yasin-Karyawan Faturachman (RY-Karfat). Selama empat tahun terakhir duet pasangan ini mampu membawa perubahan pembangunan di pemda setempat.

Semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bogor membuat perkembangan politik terus berubah dan cenderung memanas, kata Ade Munawaroh. Banyak orang yang berusaha memisahkan kekompakan koalisi PPP dengan PDI-P (bupati dan wakil bupati), dengan mencontohkan keberhasilan pasangan Jarkowi-Ahok pada putaran pertama pelaksanaan Gubernur/Wakil DKI Jakarta.

Informasi yang diperoleh Harian Terbit, selain petinggi-petinggi parpol yang berusaha “merebut kursi” pada pelaksanaan pilkada 2013 nanti, sejumlah pejabat/PNS di lingkungan pemda setempat sudah mulai menyusun kekuatan untuk menjadi kandidat bupati. Hanya, para pejabat tidak memproklamirkan diri sebagai kandidat dan masih malu-malu karena takut terhadap bupati-nya.

Sumber : HT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s