Aliran sesat muncul di Jonggol

JONGGOL – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Bogor menyatakan, kecolongan dengan munculnya aliran sesat di Desa Singasari, Kec. Jonggol, belum lama ini. Pasca penemuan itu, MUI bertekad untuk meningkatkan kewaspadaan, supaya aliran sesat tidak kembali mumcul. Masyarakat juga dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, dan segera mengkoordinasikannya dengan pihak terkait, jika mencurigai adanya aliran sesat.

“Iya, kita kecolongan atas adanya aliran sesat itu. Kita akan meningkatkan kewaspadaan dan juga mendorong peran serta seluruh masyarakat untuk melakukan pengawasan. Sehingga, ke depan tidak ada lagi muncul aliran sesat yang meresahkan masyarakat,” kata H. Lesmana, Ketua Bina Wilayah MUI Kab. Bogor, di Jonggol, kemarin.
Ketua MUI Desa Singasari, Ustadz Namin juga menyatakan, pihaknya sudah mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus mewaspadai kegiatan yang dilakukan Umar yang sebelumnya mengaku sebagai keturunan ke-12 dari Raja Padjajaran.

“Dia memang telah mengaku bertobat di hadapan Muspika dan para tokoh MUI di Kecamatan Jonggol. Namun, kita akan terus melakukan pemantauan terhadap kegiatan mereka supaya ajaran sesat yang dibawakan Umar tidak berlanjut,” jelasnya.

Sebelumnya, warga Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, diresahkan dengan keberadaan aliran yang dibawakan Umar. Umar kerap melakukan rekrutmen terhadap anggota yang umumnya kurang memahami agama Islam.
Ketua MUI Desa Singasari menegaskan, jika aliran tersebut sudah ke luar dari ajaran Islam. Bahkan, pimpinan aliran tersebut mengaku sebagai keturunan ke-XII Raja Kiansantang, salah satu legenda rakyat di Jawa Barat.
Terkait adanya aliran itu, Ketua MUI Desa Singasari kemudian melaporkannya ke Muspika Jonggol agar keberadaan aliran tersebut segera dibubarkan. Kelompok tersebut, menurut dia, sangat canggih dalam melakukan rekrutmen anggota, terutama warga yang awam dengan ilmu agama. Bahkan, untuk meyakinkan warga, pimpinan kelompok tersebut mengaku sebagai keturunan ke XII Raja Kiansantang.

“Ini sangat tidak masuk akal, dan jika dibiarkan, maka dapat merusak pola pikir masyarakat. Bagaimana membuktikan, kalau dia itu adalah keturunan Kiansantang. Aslinya, saja orang Cireundeu, tapi sekitar 4 tahun lalu, dia merantau ke Jawa ikut istrinya pulang kampung. Saat kembali ke sini tiba-tiba mengaku sebagai pimpinan salah satu aliran,” lanjut Namin.

Pihak Kec. Jonggol langsung bertindak cepat. Menurut Kepala Unit Polisi Pamong Praja (Pol PP), Andang Suninda, setelah mendapatkan laporan warga, pihaknya langsung memanggil pimpinan aliran Umar, termasuk para tokoh agama dan masyarakat desa untuk membicarakan permasalahan aliran tersebut.

Baliho yang dianggap pembohongan milik aliran tersebut juga sudah kami turunkan. Tidak lama setelah itu, di hadapan Muspika Jonggol dan tokoh agama, Umar menyatakan, diri bertobat dan membubarkan alirannya. “Meski begitu, kita akan tetap mewaspadai aliran itu,” tambah H. Lesmana.=DED

Sumber : Pakuanraya

1 thought on “Aliran sesat muncul di Jonggol”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s