Ingin Budidaya Jamur Tiram, Kenali Dulu Sifat-sifatnya

BERDESA.COM – Budidaya jamur tiram adalah salahsatu peluang usaha yang masih sangat terbuka hingga saat ini. Pasalnya, kebutuhan konsumsi jamur masih belum mampu dipenuhi oleh suplai yang disetorkan para pembudidaya jenis jamur ini. Budidaya jamur tiram juga bakal memberikan gizi yang baik bagi keluarga.

Beberapa keunggulan budidaya jamur tiram adalah relatif mudah proses menumbuhkannya dan bisa dilakukan dalam skala rumahan. Kedua, jamur tidak memerlukan perlakuan terlalu khusus, tidak butuh pemupukan dan perawatan yang ‘njelimet’. Cukup berada dalam lingkungan yang sejuk, tidak terkena sinar matahari secara langsung dan bisa dilakukan mulai dari tahap kecil hingga mengembang sampai membangun kumbung (rumah jamur) dalam skala yang besar.

Bahan pembuat jamur pun tidak terlampau sulit didapatkan, terutama di daerah pedesaan yakni ampas gergaji kayu, katul, kapur dan air. Cara membuatnya juga mudah dan gampang mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana jamur tiram dibudidayakan.

Sebelum membuat media tumbuh jamur tiram, ada baiknya Anda memahami apa itu jamur tiram dan berbagai sifat yang dimiliknya sehingga Anda bisa menyesuaikan kebutuhan alami nutrisi jenis jamur ini dengan lingkungan Anda. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda pahami mengenai apa dan bagaimana jamur tiram tumbuh dan berkembang:

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa miselium yang disimpan di tempat yang redup, jumlahnya lebih banyak disbanding di temapat yang terang dari cahaya matahari yang penuh.
Miselium adalah jaringan yang didalamnya kumpulan dari hifa jamur. Miselium dapat tumbuh pada sel dinding kayu dengan melakukan penetrasi pada dinding sel kayu dengan cara melubanginya.

Proses penetrasi dinding sel kayu dibantu oleh enzim pemecah selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang dihasilkan oleh jamur melalui ujung benang-benang miselium. Enzim tersebut mencerna senyawa kayu sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber (zat) makanan.

Syarat Tumbuh Jamur Tiram

  1. Temperatur yang diperlukan

Serat (miselium) jamur tiram putih tumbuh dengan baik pada kisaran suku 23 – 28 derajat celcius. Jika suku lebih rendah dari 23 derajat maka pertumbuhan miselium bakal lebih lambat. Sementara untuk jamur yang berbentuk cangkang tiram, perlu suhu sekitar 13 – 15 derajat selama 2-3 hari. Jika suhu tidak bisa serendah ini maka pertumbuhan cangkang bakal berlangsung lebih lama.

  1. Kelembaban yang diperlukan

Kandungan air menjadi sangat penting bagi jamur untuk tumbuh. Jamur ini bakal kesulitan tumbuh jika kadar airnya kurang dari 60 persen. Tetapi terlalu banyak air juga bakal membunuhnya. Maka biasanya para pembudidaya dengan rutin akan menyemprotkan air untuk menjaga kelembaban media jamur.

  1. Cahaya

Cahaya matahari secara langsung dapat merusak dan menyebabkan kelayuan dan mengakibatkan ukuran tudungnya menjadi kecil. Jamur ini hanya memerlukan cahaya yang menyebar saja tetai dia tidak bisa pula berada dalam keadaan gelap gulita. Artinya ruangan penyimpan jamur harus tetap memiliki cahaya pada siang hari. Cahaya diperlukan jenis jamur ini untuk menumbuhkan tubuh buah. Jika Anda memelihara jamur di rumah maka carilah ruangan yang paling sejuk, tidak terkena matahari tetapi tidak panas di kala siang hari. Untuk menciptakan suhu seperti itu biasanya butuh penutup bahan tertentu sehingga jamur tidak kepanasan dan tetap mendapat sinar tetapi tidak langsung dari matahari.

  1. Udara

Sebagai tanaman saprofit fakultatif aerobic, jamur tiram putih membutuhkan oksigen sebagai senyawa untuk pertumbuhannnya. Sirkulasi udara pada tempat meletakkan jamur juga harus lancar. Jika kekurangan oksigen, jamur bakal tumbuh kecil dan gampang layu.

  1. Derajat Keasaman (pH)

Miselium jamur tiram putih ini hanya bis atumbuh optimal pada media pH media yang sedikit asam. Kadar keasamannya antara 5,0-6,5. Yang diperlukan adalah nilai pH medium untuk produksi metabolisme-nya, seperti produksi asam organik. Ingat, kondisi yang terlalu asam bisa menyebabkan pertumbuhan jamur terganggu dan terkontaminasi jamur lain dan hal ini bisa menimbulkan kematian. Jamur ini tumbuh optimal pada pH lingkungan yang mendekati normal.

  1. Media tanam
Baca Juga  Toko Tani Indonesia Akan Mengakhiri Derita Petani, Caranya?

Media yang dibutuhkan miselium untuk tumbuh adalah ampas gergaji (atau ampas tebu) yang dibuat dalam bentuk silinder, sumber gula (tepung-tepungan), kapur, pupuk P dan air.

  1. Ketinggian Tempat

Idealnya, jamur tiram tubuh subur pada tempat dengan ketinggian 700-800 meter dari permukaan laut. Pada ketinggian ini iklim yang ada sangat tepat mendukung pertumbuhan miselium. Tetapi bukan berarti pada dataran yang rendah jamur tak bisa tumbuh. Yang terpenting jamur-jamur ini mendapatkan suku dan kelembaban yang sesuai dengan kebutuhannya. Utamanya, hawa yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari seara langsung.

  1. Bibit Jamur

Umumnya pembibitan jamur dilakukan secara khusus oleh para pembibit. Soalnya, pembibitan butuh alat dan proses yang steril. Bibit jamur tiram yang disebut F3 ini sangat rentan terhadap kontaminasi.

Itulah beberapa hal mendasar dari jamur tiram. Anda harus memahami beberapa sifat ini sebelum memutuskan untuk mulai mengembangkannya. Soalnya, pertumbuhan jamur sangat tergantung dengan kondisi lingkungannya. (aryadjihs/berdesa).

Sumber : Berdesa

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: