Category Archives: Karang Taruna

Bendera Karang Taruna

Bendera-Karta

Pembuatan

  1. Pembuatan Bendera Karang Taruna secara utuh harus sesuai dengan ketentuan dalam PRT Karang Taruna pasal 46 baik dalam ukuran maupun ketepatan warnanya;
  2. Pembuatan Bendera Karang Taruna dapat dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan baik dalam hal jumlah maupun penempatannya;
  3. Untuk kebutuhan dan penempatan dalam ruangan atau pada panggung upacara tertentu, Bendera Karang Taruna harus dibuat dari bahan beludru, sedangkan untuk penempatan diruang terbuka jalan-jalan) Bendera Karang Taruna harus dibuat dari bahan kain (katun) biasa.

Penggunaan dan Penempatan Bendera Karang Taruna

Penggunaan Bendera Karang Taruna diatur sebagai berikut:

  1. Untuk Kegiatan-kegiatan Forum pertemuan Karang Taruna, yakni: Temu Karya, Rapat Kerja, Rapat Pimpinan, RPP, dan Rapat Konsultasi;
  2. Untuk Kegiatan-kegiatan memperingati Hari-hari Besar Nasional;
  3. Untuk Kegiatan-kegiatan memperingati Hari-hari Besar Keagamaan;
  4. Untuk Kegiatan-kegiatan Karang Taruna lainnya baik yang bersifat pengumpulan/mobilisasi massa, rekretif, seni dan budaya, olah raga, dan bhakti sosial.

Penempatan Bendera Karang Taruna

Untuk Kegiatan di dalam ruangan, penempatan Bendera Karang Taruna diatur sebagai berikut:

  1. Bendera Karang Taruna ditempatkan di bagian muka/depan ruangan;
  2. Jika jumlahnya lebih dari satu, Bendera Karang Taruna harus ditempatkan dalam posisi mengapit Bendera Merah Putih dan Panji Karang Taruna;
  3. Jika tidak ada Panji Karang Taruna, maka Bendera Karang Taruna hanya mengapit Bendera Merah Putih;
  4. Jika Jumlahnya hanya 1, Bendera Karang Taruna harus diletakkan di sebelah kanan Bendera Kota dari tampak muka, dan jika ada Panji Karang Taruna harus diletakkan berurutan setelah Bendera Merah Putih dan Panji Karang Taruna dari kiri ke kanan pada tampak depan/muka;
  5. Bendera Karang Taruna baik yang ditempatkan berurutan maupun mengapit harus memiliki ketinggian lebih rendah 20 cm;
  6. Dalam keadaan tertentu, jika tidak ada tiang, Bendera Karang Taruna boleh ditempatkan di dinding bagian muka dari ruangan pertemuan tersebut;
  7. Tinggi tiang untuk Bendera Karang Taruna yang ditempatkan di dalam ruangan adalah minimal 180 cm jika tinggi tiang untuk Panji Karang Taruna 2 m, dan diatur seterusnya diatur demikian;
  8. Pemasangan Bendera Karang Taruna di dalam ruangan adalah selama kegiatan berlangsung, kecuali pemasangan di kantor/Sekretariat Karang Taruna yang terus menerus sepanjang organisasi Karang Taruna belum dibubarkan;

 

Untuk Kegiatan di luar ruangan, penempatan Bendera Karang Taruna diatur sebagai berikut:

  1. Bendera Karang Taruna yang di tempatkan di luar ruangan harus minimal berjumlah 2 (dua) buah;
  2. Bendera Karang Taruna yang ditempatkan di luar gedung pertemuan atau kantor/sekretariat diletakkan di antara pintu masuk bagian luar (gerbang) luar dari gedung tersebut, sedangkan jika jumlahnya lebih dari 2 (dua) selain ditempatkan di antara pintu masuk bagian tersebut juga ditempatkan di sepanjang pagar gedung tersebut dengan pengaturan peletakan yang menyesuaikan dengan kepantasan dan penghormatan terhadapnya;
  3. Bendera Karang Taruna yang di tempatkan di jalanan dapat diletakkan di sepanjang jalan yang bersangkutan baik di sisi kanan dan kirinya maupun di bagian tengah jalan tersebut jika memungkinkan, dengan jumlah minimal 3 (tiga) buah;
  4. Bendera Karang Taruna yang di tempatkan di halaman gedung pertemuan atau kantor/sekretariat dapat berada dalam posisi tegak lurus maupun miring (minimal 45′) sesuai dengan kepantasan dan penghormatan terhadapnya;
  5. Bendera Karang Taruna yang di tempatkan di jalanan harus berada dalam posisi tegak lurus dengan tinggi tiang berkisar 2-3 m;
  6. Pemasangan Bendera Karang Taruna di luar ruangan dilakukan minimal 1 (satu) minggu menjelang hari “H” dan diturunkan kembali selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah pelaksanaan kegiatan/acara;
  7. Apabila Karang Taruna ikut serta dalam kegiatan upacara hari-hari besar Kota, dianjurkan membawa Bendera Karang Taruna untuk diletakkan/dibawa oleh bagian depan barisan (komandan) pasukan Karang Taruna saat itu;

Bendera Karang Taruna tidak boleh:

  1. Digunakan untuk mengelap sesuatu yang kotor dan basah atau mengepel lantai;
  2. Menjadi alas tidur dan dipergunakan untuk penutup kepala;
  3. Dicorat-coret, dikotori, dirobek dan/atau dibakar di depan umum;
  4. Dikibarkan setengah tiang, sampai adanya ketentuan yang mengatur tentang itu;

Ketentuan perlakuan lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Apabila tidak digunakan, harus dilipat dan disimpan dengan baik di tempat yang layak;
  2. Apabila hendak dimusnahkan, harus dibakar atau dirombak sehingga bentuknya tidak lagi berwujud Bendera Karang Taruna;
  3. Bendera Karang Taruna juga dapat digunakan untuk kepentingan ekspedisi, kegiatan perkemahan/Jambore dengan penempatan yang sesuai dengan kepantasan dan penghormatan terhadapnya;

Bendera Karang Taruna juga dapat digunakan di kendaraan tertentu dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Dalam Ukuran sebenarnya dapat diletakkan di badan mobil bagian muka, belakang, samping kiri maupun kanan sesuai dengan kepantasan;
  2. Dalam Ukuran kecil dapat diletakkan pada tiang mobil atau kaca spion yang memungkinkan untuk itu.
Advertisements

Keanggotaan Karang Taruna

Kategori Anggota

Pada dasamya keanggotaan Karang Taruna bersifat stelsel pasif, akan tetapi agar pengembangan dan pengarahan kader dan aktivitas Karang Taruna bisa lebih efektif, maka dikenal juga jenis keanggotaan yang lain yakni Anggota Aktif.

  1. Anggota Pasif adalah keanggotaan yang bersifat stelsel pasif (keanggotaan otomatis), yakni seluruh remaja dan pemuda yang berusia 13 sampai dengan 45 tahun;
  2. Anggota aktif adalah keanggotaan yang bersifat kader dan berusia 13 sampai dengan 45 tahun, karena potensi, bakat, dan produktivitasnya untuk mendukung pengembangan organisasi dan program- programnya.

Hak dan Kewajiban Anggota Karang Taruna

Setiap anggota memiliki hak :

  1. Mendapatkan pelayanan yang sama dalam rangka penyelenggaraan progran-program organisasi ;
  2. Menyampaikan pendapat, saran, bertanya, dan menyampaikan kritik baik secara lisan maupun tertulis kepada organisasi;
  3. Untuk menjadi pengurus Karang Taruna bagi setiap Anggota Aktif yang memenuhi persyaratan tertentu;
  4. Memilih dan dipilih bagi setiap Anggota Aktif sesuai dengan mekanisme organisasi;
  5. Memperoleh fasilitas keanggotaan.

Setiap anggota memiliki kewajiban :

  1. Mematuhi Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga Karang Taruna serta ketentuan-ketentuan organisasi lainnya;
  2. Membayar Iuran;
  3. Menjaga nama baik organisasi;
  4. Mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan organisasi bagi Anggota Aktif.

 

Penerimaan dan Rekrutmen Keanggotaan

Rekruitmen Anggota Aktif dapat dilakukan dalam 2 (dua) mekanisme:

  1. Warga Karang Taruna yang telah mengikuti kegiatan selama 6 (enam) bulan berturut-­turut yang dibuktikan dalam catatan aktifitasnya kemudian diberikan Kartu Anggota;
  2. Warga Karang Taruna atas kesadaran sendiri, sukarela, dan permintaan sendiri menjadi Anggota Aktif dapat terlebih dahulu diberi Kartu Anggota melalui prosedur pendaftaran. Namun dapat dinyatakan sebagai Anggota Aktif setelah mengikuti kegiatan selama 6 (enam) bulan berturut-turut:

 

Syarat-syarat untuk menjadi Anggota Aktif sebagai berikut :

  1. Bersedia menerima Azas, Tujuan, dan menjalankan segala usaha organisasi;
  2. Mengikuti secara aktif sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut kegiatan-­kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi pada berbagai tingkatan yang ditandai dengan adanya surat rekomendasi dari pengurus yang bersangkutan;
  3. Bersedia dengan suka rela dan ikhlas mengundurkan diri (diberhentikan) sebagai Anggota Aktif apabila sudah tidak dapat memenuhi kewajiban-kewajibannya;
  4. Mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan tingkat I di Desa/Kelurahan yang bersangkutan.

 

Anggota Aktif dapat pindah dan diterima oleh wilayah lain dengan menunjukkan surat keterangan pindah dari pengurus asal dan/atau melaporkan ke pengurus wilayah lain tersebut.

Bukti Keanggotaan

  1. Bukti Keanggotaan bagi Anggota Aktif adalah Kartu Tanda Anggota (KTA), Buku Saku Keanggotaan (BSK), dan Surat Keputusan Keanggotaan (SKK);
  2. Bentuk dan ukuran KTA dan BSK ditetapkan sebagaimana terdapat dalam lampiran Buku Pedoman ini;
  3. KTA dan BSK dikeluarkan oleh Pengurus Karang Taruna Kota Bandung untuk mengarahkan dan membentuk pengelolaan keanggotaan yang bersifat Idenfikasi Terpadu;
  4. Format KTA dalam bentuk Kartu Pengenal yang berisi data Anggota Aktif yang meliputi:
    Tampak Depan: Nomor Induk Anggota, Nama, Tempat dan Tanggal Lahir, Pekerjaan, Alamat, Golongan darah, Foto yang bersangkutan ukuran 2 x 3, dan otoritas dari Pengurus Karang Taruna Kota Bandung;
    Tampak Belakang: dapat dipergunakan untuk Kartu Asuransi, Kartu Kredit; Catatan Pengurus atau dapat dikosongkan.

 

Format BSK dalam bentuk buku kecil berisi data aktifitas Anggota Aktif dalam Karang Taruna dan Kegiatan Sosial lainnya dilingkungan Desa/Kelurahan atau komunitas sosial sederajatnya, juga berisi ketentuan organisasi tentang keanggotaan secara umum yang diambil dari PD/PRT, PO-PO dan ketentuan organisasi lainnya.

Pengelolaan Keanggotaan

Keanggotaan organisasi terutama Anggota Aktif dikelola sebuah unit teknis tersendiri yang bersifat independen tanpa mengenal batas masa bhakti;
Unit Teknis sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini dibentuk oleh Pengurus Karang Taruna Kota Bandung melalui sebuah surat Keputusan yang sebelumnya dibahas, disetujui dalam RPP baik personalia maupun tata Kerjanya;
Dalam menjalankan tugasnya Unit Teknis sebagaimana ayat 1 pasal ini dibantu oleh unsur sekretariat baik Tingkat Kota maupun hingga tingkatan Kelurahan;
Pengelolaan Keanggotaan (Aktif) oleh Unit Teknis meliputi aktivitas:
Penyusunan Rencana Kerja;
Pengumpulan Data;
Pengelolaan Data;
Pembuatan KTA dan BSK;
Distribusi KTA dan BSK hingga yang menerima yang bersangkutan berdasarkan data yang masuk;
Updating Program.

Pemberhentian Keanggotaan
Pemberhentian anggota hanya berlaku bagi Anggota Aktif;
Keanggotaan (Aktif) berhenti karena:

Meninggal Dunia;
Atas permintaan sendiri dengan sukarela;
Diberhentikan sementara karena adanya permasalahan tertentu yang mengganggu status keanggotaannya yang apabila temyata permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik maka status keanggotaan aktifnya dapat dikembalikan;
Diberhentikan karena tidak lagi dapat melaksanakan kewajibannya sebagai Anggota Aktif;

Mekanisme pemberhentian sebagai Anggota Aktif atas permintam sendiri diatur sebagai berikut :

Yang bersangkutan menyampaikan usulan untuk berhenti sebagai anggota disertai dengan alasan-alasan yang logis dan rasional kepada pengurus yang bersangkutan;
RPH pengurus yang bersangkutan membawanya ke dalam RPP dan mengundang anggota yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan dan apabila penjelasannya dapat diterima, yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat melalui surat keputusan pengurus dan harus menyerahkan kartu anggota dan menandatangani surat pernyataan tentang pemberhentian dimaksud yang ditandatangani yang bersangkutan dan pengurus;
Apabila RPP menolak penjelasan dimaksud yang bersangkutan tetap sah menjadi Anggota Aktif;
Surat Keputusan Pemberhentian dari pengurus dan surat pernyataan sebagaimana dimaksud dalam butir b ayat ini dibuat rangkap 2 (dua) yang 1 (satu) disampaikan kepada yang bersangkutan dan yang 1 (satu) lagi sebagai dokumen organisasi.

 

Mekanisme pemberhentian sementara dan pemberhentian bagi Anggota Aktif diatur sebagal berikut :

RPH pengurus yang bersangkutan memandang bahwa Anggota Aktif yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban da/atau melanggar peraturan dan ketentuan yang berlaku;
RPH mengundang pengurus untuk hal tersebut disertai dengan alasan-alasan yang logis dan rasional dalam RPP dan mengundang yang bersangkutan untuk membela diri dan apabila dapat diterima, yang bersangkutan tetap sah menjadi Anggota Aktif;
Apabila RPP menolak pembelaannya, yang bersangkutan akan diberhentikan sementara, sampai dapat membuktikan pembelaannya dalam forum TK;
Keputusan RPP yang menolak pembelaan sebagaimana dimaksud dalam butir c pasal ini harus dilaporkan pada TKKT pada tingkatan yang bersangkutan dan apabila TKKT dimaksud menerima pembelaan tersebut, yang bersangkutan tetap sah menjadi Anggota Aktif;
Apabila TKKT menolak pembelaannya, yang bersangkutan akan diberhentikan secara tidak hormat melalui surat keputusan pengurus yang mengembalikan Kartu Anggota;
Surat Keputusan Pemberhentian dan pengurus dan surat pernyataan sebagaimana dimaksud dalam, butir b ayat ini dibuat rangkap 2 (dua), yang 1 (satu) disampaikan kepada yang bersangkutan dan yang 1 (satu) lagi sebagai dokumen organisasi;
Anggota Aktif yang diberhentikan dengan tidak hormat tidak diperkenankan untuk menduduki jabatan pengurus Karang Taruna dan/atau pengurus lembaga pada seluruh tingkatan.

Lagu Mars Karang Taruna

#Ciptaan Gunadi Said

Kami pemuda-pemudi Indonesia
Yang tergabung satu dalam Karang Taruna
Kami penerus cita-cita bangsa
Demi kejayaan Republik Indonesia.
Karang Taruna milik kita semua
Mengemban amanah bangsa tercinta
Menuju cita-cita Pancasila
Negara Adil Makmur Sentosa.
Semoga Tuhan selalu bersama kita
Dalam menunaikan tugas mulia
Bersatu padulah kita semua
Di bawah panji Karang Taruna.

Arti Lambang Karang Taruna

kt2blogo7

Karang Taruna dapat memiliki identitas berupa lambang, bendera, panji, lagu, yang merupakan identitas resmi Karang Taruna. Lambang Karang Taruna mengandung unsur-unsur sekuntum bunga teratai yang mulai mekar, dua helai pita terpampang dibagian atas dan bawah, sebuah lingkaran, dengan bunga Teratai Mekar sebagai latar belakang. Keseluruhan lambang tersebut mengandung makna:
Bunga Teratai yang mulai mekar melambangkan unsur remaja yang dijiwai semangat kemasyarakatan (sosial).
Empat helai Daun Bunga dibagian bawah, melambangkan keempat fungsi Karang Taruna yaitu:
a. Memupuk kreativitas untuk belajar bertanggung jawab;
b. Membina kegiatan-kegiatan sosial, rekreatif, edukatif, ekonomis produktif, dan kegiatan lainnya yang praktis;
c. Mengembangkan dan mewujudkan harapan serta cita-cita anak dan remaja melalui bimbingan interaksi yang dilaksanakan baik secara individual maupun kelompok;
d. Menanamkan pengertian, kesadaran dan memasyarakatkan penghayatan dan pengamalan Pancasila.

Tujuh helai Daun Bunga bagian atas melambangkan Tujuh unsur kepribadian yang harus dimiliki oleh anak dan remaja:
Taat : Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
Tanggap : Penuh perhatian dan peka terhadap masalah;
Tanggon : Kuat, daya tahan fisik dan mental;
Tandas : Tegas, pasti, tidak ragu, teguh pendirian;
Tangkas : Sigap, gesit, cepat bergerak, dinamis;
Trampil : Mampu berkreasi dan berkarya praktis;
Tulus : Sederhana, ikhlas, rela memberi, jujur.

Pita dibagian bawah bertuliskan Karang Taruna mengandung arti:
a. Karang : pekarangan, halaman, atau tempat;
b. Taruna : remaja
Secara keseluruhan berarti tempat atau Wadah Pembinaan Remaja

Pita dibagian atas bertuliskan ADITYA KARYA MAHATVA YODHA yang berarti:
a. ADITYA : Cerdas, penuh pengalaman.
b. KARYA : Pekerjaan.
c. MAHATVA : Terhormat, berbudi luhur.
d. YODHA : Pejuang, patriot.
Secara keseluruhan berarti Pejuang yang berkepribadian, berpengetahuan dan terampil.

Lingkaran menggambarkan sebuah tameng, sebagai lambang Ketahanan Nasional.

Bunga Teratai yang mekar berdaun lima helai melambangkan lingkungan kehidupan masyarakat yang sejahtera merata berlandaskan Pancasila.

Arti warna:
a. Putih : Kesucian, tidak tercela, tidak ternoda.
b. Merah : Keberanian, sabar, tenang, dan dapat mengendalikan diri, tekad pantang mundur.
c. Kuning : Keagungan atas keluhuran budi pekerti.

Dasa Sakti Karang Taruna

  1. Karang taruna berwatak sosial yang menjadikannya sebagai satu-satunya organisasi sosiaL wadah pengembangan generasi muda.
  2. Karang taruna berkedudukan di desa/kelurahan,yang memposisikannya sebagai organisasi yang paling mengakar.
  3. Karang taruna bersifat lokal yang dilandasi oleh nilai – nilai kearifan budaya setempat,pengetahuan serta kesadaran dan tanggung jawab sosialnya terhadap wilayah lokal.
  4. Karang taruna berbentuk otonom dalam arti berkapasitas  menyelenggarakan kegiatan kesejahteraan sosial untuk masyarakatnya tanpa  intervensi dari pihak manapun.
  5. Karang taruna bersifat non-partisan (independen) terutama dalam pendirian politiknya yang hanya untuk kepentingan kesejahteraan sosial  masyarakat.
  6. Sumber daya manusia karang taruna adalah pejuang yang dengan pengetahuannya dan integritas kepribadiannya selalu melahirkan karya nyata bagi masyarakatnya.
  7. Tugas  pokok  karang taruna  adalah  sebagai komponen masyarakat dalam pencegahan permasalahan sosial dan pengembangan potensi sosial – ekonomi dalam keragka pembangunan kesejahteraan sosial.
  8. Karang taruna memiliki warga terbesar ditanah air dengan keanggotaan yang bersifat  terbuka bagi seluruh warga masyarakat  tanpa memandang jenis kelamin , status sosial  ekonomi, agama, suku dan pendirian politik .
  9. Pemberdayaan dan pengembangan karang taruna  diselenggarakan melalui jejaring kepengurusan mulai tingkat nasional hingga kecamatan yang bersifat horisontal.
  10. Karang taruna adalah komponen utama bangsa dalam pengembangan kemitraan pembangunan kesejahteraan sosial  dan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Dasa Sakti Karang Taruna adalah 10 Kode Etik dasar Karang Taruna dalam menjalankan aktivitasnya.