Dasa Sakti Karang Taruna

  1. Karang taruna berwatak sosial yang menjadikannya sebagai satu-satunya organisasi sosiaL wadah pengembangan generasi muda.
  2. Karang taruna berkedudukan di desa/kelurahan,yang memposisikannya sebagai organisasi yang paling mengakar.
  3. Karang taruna bersifat lokal yang dilandasi oleh nilai – nilai kearifan budaya setempat,pengetahuan serta kesadaran dan tanggung jawab sosialnya terhadap wilayah lokal.
  4. Karang taruna berbentuk otonom dalam arti berkapasitas  menyelenggarakan kegiatan kesejahteraan sosial untuk masyarakatnya tanpa  intervensi dari pihak manapun.
  5. Karang taruna bersifat non-partisan (independen) terutama dalam pendirian politiknya yang hanya untuk kepentingan kesejahteraan sosial  masyarakat.
  6. Sumber daya manusia karang taruna adalah pejuang yang dengan pengetahuannya dan integritas kepribadiannya selalu melahirkan karya nyata bagi masyarakatnya.
  7. Tugas  pokok  karang taruna  adalah  sebagai komponen masyarakat dalam pencegahan permasalahan sosial dan pengembangan potensi sosial – ekonomi dalam keragka pembangunan kesejahteraan sosial.
  8. Karang taruna memiliki warga terbesar ditanah air dengan keanggotaan yang bersifat  terbuka bagi seluruh warga masyarakat  tanpa memandang jenis kelamin , status sosial  ekonomi, agama, suku dan pendirian politik .
  9. Pemberdayaan dan pengembangan karang taruna  diselenggarakan melalui jejaring kepengurusan mulai tingkat nasional hingga kecamatan yang bersifat horisontal.
  10. Karang taruna adalah komponen utama bangsa dalam pengembangan kemitraan pembangunan kesejahteraan sosial  dan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Dasa Sakti Karang Taruna adalah 10 Kode Etik dasar Karang Taruna dalam menjalankan aktivitasnya.

Advertisements

Deretan Peluang Usaha di Desa Wisata, Tinggal Pilih Saja

homestay-1_2906_20150629_182041

BERDESA.COM – Bersyukurlah warga yang tinggal di desa wisata, soalnya ada berderet peluang usaha di desa wisata yang bisa menciptakan kemakmuran bagi warganya. Asyiknya, usaha-usaha di desa wisata juga bakal makin mendongkrak pesona desa wisata itu sendiri. Apa saja usaha itu, simak di sini:

  1. Menyediakan Tempat Menginap

Desa wisata memiliki keunggulan suasana desa yang sangat diukai para wisatawan. Menginap di desa wisata menjadi sebuah pesona mengundang wisatawan. Membuka tempat menginap bagi wisatawan adalah bisnis yang sangat menjanjikan. Tidak perlu mewah yang penting bersih dan memiliki fasilitas memadai untuk toilet. Bahkan pemilik rumah bisa tetap tinggal di rumah itu dan cukup menyewakan beberapa kamar saja.

  1. Kuliner

Mengunjungi desa berarti juga menikmati segala hal di desa itu, salah satunya tentu makanan dan minuman. Usaha kuliner adalah salahsatu yang sangat penting dan jelas prospekif karena kebutuhan makanan tidak bisa dihindari. Buatlah warung makan atau sekedar kafe dengan makanan kecil khas desa. Selain menguntungkan dan unik mengangkat makanan khas desa bakal menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung desa wisatamu.

  1. Penyewaan Kendaraan

Tidak semua wisatawan membawa kendaraan pribadi yang bisa dipakai mengunjungi semua tempat padahal desa wisata memiliki banyak spot yang menarik. Penyewaan kendaraan agar adalah salahstau peluang sehingga wisatawan bisa mengunjungi beberapa tempat dengan leluasa.

  1. Sediakan Souvenir dan Oleh-oleh

Setiap orang pasti ingin memiliki kenangan dari tempat istimewa yang dikunjunginya. Biasanya berbentuk kaus atau suvenir dari bahan-bahan lokal yang khas di daerah itu. Maka buatlah suvenir yang khas dan kalau bisa hanya ada di desamu, itu akan menambah kekuatan wisata desamu.

  1. Pemandu Wisata

Setiap pengunjung membutuhkan banyak hal, bukan hanya sekedar melihat tempat saja melainkan juga ingin mendengar cerita dan berbagai informasi apa saja yang bisa dinikmati di desamu. Maka, jasa pemandu wisata sangat penting dan menjadi peluang usaha desa wisata yang sangat penting tentunya.

  1. Jasa Fotografi

Selfi adalah kegiatan yang sekarang ini diminati semua orang. Tetapi tak semua orang bisa menghasilkan foto yang keren. Tidak semua orang pula tahu tempat mana saja yang menarik buat berfoto. Maka, membuka jasa fotografi masih menjadi peluang usaha di desa wisata yang bisa kau kembangkan.

  1. Menjalankan Event Organizer

Desa wisata yang menarik harus menyediakan tempat yang eksotik untuk menggelar berbagai acara mulai dari pertemuan bisnis, pernikahan, outbound, reuni dan beragam acara komunitas lainnya. Buatlah usaha melayani berbagai keperluan acara seperti ini.

  1. Toko

Ada banyak kebutuhan yang bisa dilayani melalui toko atau counter mulai dari makanan, minuman, beli souvenir atau beli pulsa. Dirikan toko dengan interior menarik sehingga bakal didatangi para wisatawan yang butuh beraga produk yang kau jual.

Begitu banyak peluang usaha di desa wisata yang sebenarnya bisa dikembangkan warganya. Selain menambah pendapatan warga, banyaknya fasilitas dan layanan yang ada di sebuah desa wisata bakal menjadi nilai lebih bagi desa wisata itu untuk dituju para wisatawan.

Jika ingin tahu lebih jauh mengenai bagaimana mengelola desa Anda juga tidak perlu repot lagi. Anda bahkan bisa belajar dari VCD saja. desabelajar.com menyediakan VCD mengenai bagaimana membangun dan mengelola desa wisata yang dijelaskan dengan rinci bagian demi bagian. Materinya adalah kisah sukses Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta yang tahun ini menyabet gelar Desa Wisata Terbaik di Asia Tenggara. Anda akan mendapatkan tutorial detail mengenai bagaimana Nglanggeran berjaya di ajang Asia. Segera hubungi melalui WA ke nomer 0895381500455, dijamin Anda bakal tahu bagaimana membangun desa wisata dengan jelas tanpa perlu beranjak dari tempat duduk Anda.(aryadji/berdesa)

Sumber : Berdesa

Peraturan Bupati Bogor No. 31 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pembentukan Badan Permusyawaratan Desa ( BPD )

pembentukan BPD

Selengkapnya silahkan downlaod Perbup. Bogor No. 31 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pembentukan BPD

Perda Kab. Bogor Tahun 2011 tentang Lembaga Kemasyarakatan di Desa dan Kelurahan

perda-kabbogor-no9-2011

 

Selengkapnya downlaod disini

Membangun Daerah, Investasi Saja Tidak Cukup

Banyak orang yang beranggapan dengan menarik investasi ke suatu daerah maka seluruh masalah terselesaikan. Pertumbuhan ekonomi meningkat, kemiskinan berkurang maka masyarakat menjadi sejatera.

Pertanyaannya apakah sesederhana itu?

Menurut saya tidak. Pergerakan capital ke suatu daerah tanpa adanya diikuti pergerakan SDM yang handal tidak akan menciptakan dampak ekonomi yang luas. Ini barangkali tepatnya yang terjadi saat bantuan pemerintah pusat dialokasikan ke daerah tertinggal namun tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Lalu ketika SDM yang handal kemudian hadir bersamaan d engan pergerakan modal, apakah serta merta akan mendorong kemajuan ekonomi daerah? Tidak juga. Seperti halnya daerah pertambangan yang tidak serta merta menjadikan daerah maju secara ekonomi.

Ada satu hal yang menurut saya sering dilupakan adalah bagaimana membangun sistem sehingga capital yang ada dan SDM tersebut kemudian secara terus menerus mengakumulasi capital, menciptakan inovasi dan mencetak SDM.

 

Sehingga dalam konteks itu pergerakan Capital dan SDM harus mampu mendorong terciptanya pusat penelitian, fasilitas sosial dan pendidikan yang baik. Hanya yang sering terjadi adalah SDM handal tersebut seringkali tidak tinggal secara permanen di daerah yang masif penggerakan capitalnya. Sehingga arus pendapatan kemudian dinikmati daerah lain.

Seperti halnya seorang manajer di Freeport yang keluarganya tinggal di Makassar atau Jakarta. Maka arus pendapatan tidak berdampak pada pertumbuhan pengembangan fasilitas sosial di tempat dimana ia bekerja.

Bayangkan jika sebuah daerah pemusatan kapital kemudian para pekerja yang memiliki pendapatan yang cukup tinggi kemudian menetap. Maka kondisi demikian akan menciptakan demand terhadap pemukiman dan pendidikan. Maka hal tersebut akan menarik investor untuk membangun pemukiman, RS dan sekolah yang baik.

Lalu jika kemudian perusahaan membangun pusat penelitian maka fasilitas tersebut akan menjadi corong inovasi dan teknologi. Kemudian bayangkan juga jika didaerah tersebut lalu muncul sebuah universitas yang cukup baik secara fasilitas dan para pengajarnya mendapatkan bea siswa ke luar negeri, maka kampus tersebut akan menjadi sumber penyebaran pengetahuan dan penciptaan SDM handal. SDM ini lalu akan memanfaatkan arus capital yang diwilayahnya untuk menciptakan  petumbuhan ekonomi .

Inilah yang terjadi di daerah seperti Medan, Surabaya, Bandung, Jakarta dimana arus pendapatan yang bersumber dari perdagangan hasil perkebunan kemudian dikonversi menjadi pemukiman, pendidikan, pusat penelitian sehingga daerah tersebut sudah mampu menciptakan asetnya yaitu berupa tenaga kerja yang handal yang kemudian menciptakan nilai ekonomi baru. Lalu pertumbuhan yang tinggi di sisi lain menarik tenaga kerja handal di daerah lain untuk masuk ke wilayah ini dan menciptakan pertumbuhan. Ini berlangsung terus sehingga menjadi sebuah siklus yang berulang.

Hanya saja kondisi ini terjadi ketika terjadi perpindahan tenaga kerja handal secara permanen berserta keluarganya ke suatu wilayah terpencil, sehingga menciptakan akumulasi permintaan yang mampu menarik investor mendirikan fasilitas sosial dan pendidikan. Sementara yang terjadi para pekerja dengan pendapatan tinggi tersebut umumnya enggan menetap di daerah yang minim fasilitas sosial dan menarik arus pendapatan ke luar dari wilayah tersebut.

Dalam kondisi rintisan pengembangan wilayah dengan arus capital yang cukup tinggi, maka peran pemerintah menjadi penting sebagai stimulasi, Setidaknya dalam menyediakan fasilitas sosial sebelum akhirnya terbentuk sebuah sistem yang berjalan dengan sendirinya, sampai peran penyediaan fasilitas tersebut digantikan oleh pihak swasta.

Oleh sebab itu saya percaya dengan pendapat Adam Smith, Bapak Ekonomi yang mengatakan bahwa kunci kekayaan sebuah negara terletak pada produktivitas tenaga kerja. Jadi investasi tidak menjadi jawaban selama tidak ada SDM yang mampu memanfaatkan arus capital. Dan suatu daerah tidak akan mengalami pertumbuhan terus menerus ketika tidak ada fasilitas yang memungkinkan adanya produksi SDM yang handal.  Untuk menciptakan sistem sedemikian membutuhkan sebuah stimulasi dari pemerintah untuk menciptakan kondisi agar tidak hanya capital yang hadir ke wilayahnya namun juga SDM handal serta menciptakan sebuah kondisi agar tenaga kerja tersebut mau menetap.