Kades Termuda Kabupaten Bogor Berusia 26 Tahun

BOGOR-KITA.com –  Benar kata pepatah, “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Hal tersebut terjadi pada seorang Abdul Aziz Anwar, yang baru berusia 26 tahun. Pria yang kini resmi menjabat Kepala Desa Cimanggis Kecamatan Bojonggede ini, tercatat sebagai kades termuda di Kecamatan Bojonggede.

Walau masih berusia sangat belia, jangan ragukan kepiawaian Aziz. Ayah dua anak ini, mewarisi darah kepemimpinan dari sang ayah, Acang Anwar yang juga pernah menjabat sebagai Kades Cimanggis periode 2008-2013. Tak terasa sedikit pun tercermin rasa canggung di wajah Aziz saat mengikuti pelantikan 202 kepala desa. Dia muda bergaul kepala desa yang lain. Kata-kata yang meluncur dari mulutnya juga mencerminkan dirinya sebagai kades meyakinkan. “Alhamdulillah, ini adalah sebuah amanah yang harus diemban dan dikerjakan dengan sebaik mungkin,” ujarnya kepada PAKAR, usai pelantikan di Gedung Tegar Beriman Pemkab Bogor, Cibinong. Senin (15/4).

Aziz kemudian menceritakan jejak rekamnya memilih jalan untuk mengabdikan diri sebagai orang nomor satu di wilayah yang menjadi tanah kelahirannya itu. “Ini semua tak terlepas dari peran sang ayah yang begitu kuat mendorongnya terjun dalam pemilihan kepala desa,” katanya. Continue reading

78 Ribu Orang Lebih Siap Jadi Penduduk Planet Mars

INILAH.COM, New York – Lebih dari 78 ribu orang dikabarkan telah mengirimkan aplikasi lamaran menjadi astronot untuk tinggal selamanya di Planet Mars. Apakah Anda salah satunya?

Puluhan ribu orang tersebut siap dipilih menjadi empat orang astronot yang akan dibawa ke Planet Mars oleh perusahaan nirlaba Mars One setiap dua tahun, dimulai pada April 2023 untuk membentuk sebuah koloni penduduk baru di planet merah tersebut.

Proses perekrutannya akan dimulai pada Juli 2013. Mars One juga didukung oleh fisikawan pemenang nobel Gerardt Hooft.

“Ini adalah program luar biasa dari orang-orang yang memiliki visi dan imajinasi,” tuturnya. “Tapi reaksi awal saya sebelumnya mungkin sama seperti orang yang pertama kali melihat misi ini, ini tidak akan pernah terjadi,” kata Hooft. Continue reading

Orang Terkenal di Jonggol

Berikut ini adalah daftar orang – orang terkenal di Jonggol dengan profesi yang berbeda – beda,  mungkin para pembaca yang lahir di pertengahan 90-an belum pernah mendengar namanya, tp secara umum mereka sangat terkenal di Jonggol. Berikut ini beberapa nama yang penulis kenal.

1. Mpek Lik Yan ( Mbah Lik Yan )

Mbah Lik Yan atau Mpek Lik Yan adalah seorang Tabib keturunan Tiong Hoa, beliau mempunyai spesialisasi untuk mengobati penyakit anak, dari mulai cacingan, anak cengeng, mata belekan dan lain-lain. Mungkin anak-anak di Jonggol yang lahir di tahun 80-an dan awal 90-an pernah merasakan manjurnya obat dari Mbah Lik Yan. Satu lagi metode pengobatan nya adalah dengan memberikan kalung kain berwarna kita, dan dipasangkan pada anak yang sakit, biasanya ini untuk mengobati anak yang cacingan.

2. Ko Encang
Ko Encang adalah pedagang terkenal di Jonggol. Di Tokonya beliau menjual peralatan Olaharaga, dari mulai sepak bola, Volly, buku Tangkis sampe lapangan karambol. Orang selalu mengasumsikan kalo mau membeli alat olahraga selalu bilang “beli aja di ko Encang”. Continue reading

Pemkab Purwakarta Akan Buka Jalur Sukasari-Jonggol

INILAH, Purwakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta berencana membuka jalur alternatif dari Sukasari menuju Jonggol (Bekasi). Saat ini, anggaran untuk membuka jalur tersebut sudah dipersiapkan sekitar Rp50 miliar.

Jalur tersebut, nantinya akan menjadi akses pembuka atas keterisolasian warga di Kecamatan Sukasari. Mengingat, dari 17 kecamatan yang ada, kecamatan tersebut berada di paling ujung seberang Waduk Jatilhur dan sangat sulit untuk dijangkau dengan menggunakan jalur darat.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengungkapkan, Kecamatan Sukasari merupakan satu-satunya wilayah di Purwakarta yang masih terisolasi. Untuk menuju kota kabupaten, warga tak bisa melalui jalur darat dan harus menggunakan perahu menyeberangi Waduk Jatiluhur. Akibatnya, aktivitas warga di kecamatan itu terganggu. Continue reading

Keanggotaan & Kepengurusan Karang Taruna

KEANGGOTAAN

Anggota Karang Taruna terdiri dari Anggota Pasif dan Anggota Aktif:

  1. Anggota Pasif adalah keanggotaan yang bersifat stelsel pasif (Keanggotaan otomatis), yakni seluruh remaja dan pemuda yang berusia 11 s/d 45 tahun;
  2. Anggota Aktif adalah keanggotaan yang bersifat kader, berusia 11 s/d 45 tahun dan selalu aktif mengikuti kegiatan Karang Taruna.

KEPENGURUSAN

Kriteria Pengurus

Secara umum, untuk menjadi pengurus Karang Taruna seseorang harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945;
  3. Berdomisili di wilayah tingkatannya yang dibuktikan dengan identitas resmi;
  4. Memiliki kondisi jasmani dan rohani yang sehat;
  5. Bertanggung jawab, berakhlak baik, dan mampu bekerja dengan timnya maupun dengan berbagai pihak;
  6. Berusia minimal 17 tahun dan maksimal 45 tahun;
  7. Mengetahui dan memahami aspek keorganisasian serta ke-Karang Taruna-an;
  8. Peduli terhadap lingkungan masyarakatnya;
  9. Berpendidikan minimal SLTA/sederajat untuk kepengurusan tingkat Kabupaten/Kota hingga nasional, minimal SLTP/sederajat untuk kepengurusan tingkat kecamatan, dan minimal lulusan SD/sederajat untuk tingkat Desa/Kelurahan atau komunitas sosial sederajat.

Pengurus Kecamatan

Pengurus Karang Taruna tingkat Kecamatan dipilih dan disahkan dalam Temu Karya Kecamatan. Pengurus Karang Taruna tingkat Kecamatan dikukuhkan dengan Surat Keputusan Camat dan dilantik oleh Camat setempat. Pengurus Karang Taruna tingkat Kecamatan selanjutnya berfungsi sebagai pengembangan jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kolaborasi antar Karang Taruna diwilayahnya. Karang Taruna tingkat kecamatan memiliki pengurusan minimal 25 Orang, masa bhakti 5 (Lima) Tahun dengan struktur sekurang‑kurangnya terdiri dari:

  1. Ketua;
  2. Wakil Ketua 1;
  3. Wakil Ketua 2;
  4. Sekretaris;
  5. Wakil Sekretaris 1;
  6. Wakil Sekretaris 2;
  7. Bendahara;
  8. Wakil Bendahara 1;
  9. Wakil Bendahara 2;
  10. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia;
  11. Bagian Usaha Kesejahteraan Sosial;
  12. Bagian Pengembangan Ekonomi Skala Kecil dan Koperasi;
  13. Bagian Pengembangan Kegiatan Kerohanian dan Pembinaan Mental;
  14. Bagian Pengembangan Kegiatan Olahraga dan Seni Budaya;
  15. Bagian Lingkungan Hidup dan Pariwisata;
  16. Bagian Hukum, Advokasi dan HAM;
  17. Bagian Organisasi dan Pengembangan Hubungan Kerjasama Kemitraan;
  18. Bagian Hubungan Masyarakat, Publikasi dan Pengembangan Komunikasi;

Pengurus Desa/Kelurahan

Pengurus Karang Taruna tingkat Desa/Kelurahan dipilih dan disahkan dalam Temu Karya Desa/Kelurahan. Pengurus Karang Taruna tingkat Desa/Kelurahan dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa/Lurah dan dilantik oleh Kepala Desa/Lurah setempat. Pengurus Karang Taruna tingkat Desa/Kelurahan selanjutnya berfungsi sebagai Pelaksana Organisasi dalam diwilayahnya. Karang Taruna tingkat Desa/Kelurahan atau komunitas sosial yang sederajat memiliki Pengurus minimal 35 Orang, masa bhakti 3 (Tiga) Tahun dengan struktur sekurang‑kurangnya terdiri dari:

  1. Ketua;
  2. Wakil Ketua;
  3. Sekretrais;
  4. Wakil Sekretaris;
  5. Bendahara;
  6. Wakil Bendahara;
  7. Seksi Pendidikan dan Pelatihan;
  8. Seksi Usaha Kesejahteraan Sosial;
  9. Seksi Kelompok Usaha Bersama;
  10. Seksi Kerohanian dan Pembinaan Mental;
  11. Seksi Olahraga dan Seni Budaya;
  12. Seksi Lingkungan Hidup;
  13. Seksi Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Kemitraan.