Apa Tugas Utama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ini Jawabannya

BERDESA.COM – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam sistem pemerintahan desa sekarang ini menempati posisi yang sangat penting. Tapi sebenarnya, apa saja tugas para anggota BPD yang terhormat itu sehingga menjadi begitu penting bagi warga desa? Inilah penjabaran dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No 110 Tahun 2016 tetang Badan Permusyawaratan Desa.

Fungsi BPD adalah membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa dan melakukan pengawasan kinerja kepala desa. Dari tiga tugas ini sudah jelas BPD adalah lembaga yang memiliki kekuatan dalam dalam menyepakati peraturan desa yang bakal menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan desa.

BPD juga memiliki kekuatan untuk menyampaikan aspirasi warga. Penyampaian aspirasi dilakukan melalui beberapa tahap kerja yakni BPD harus melakukan penggalian aspirasi masyarakat, menampung aspirasi masyarakat yang disampaikan ke BPD dan mengelola aspirasi masyarakat sebagai sebuah energi positif dalam merumuskan langkah kebijakan desa.

BPD juga menyalurkan aspirasi dari warga desa pada Kepala desa yang kemudian dijadikan pedoman oleh kepala desa beserta jajarannya dalam melaksanakan program pembangunan desanya. Hebatnya, BPD juga sekaligus memiliki kekuatan untuk mengawasi proses pembangunan desa dalam seluruh aspek. Ini menunjukkan betapa kuatnya BDP dalam ranah politik dan sosial desa.

Selain itu BPD juga berhak menyenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) pada agenda-agenda yang mengharuskan adanya Musdes, salahsatunya Musdes membahas rencana lahirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tanpa persetujuan BPD, BUMDes tak bisa melenggang dan membentuk dirinya. Sekaligus BUMDes adalah salahsatu lembaga yang bakal mengawasi jalannya proses yang berjalan pada BUMDes.

Adanya UU N0. 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menempatkan desa sebagai subyek bagi pembangunan di wilayahnya sendiri membuat peran BPD mutlak dan penting. Pasalnya, desa yang selama ini diposisikan sebagai obyek, kini telah menjadi subyek bagi pengembangan potensi dirinya sendiri.

BUMDes misalnya, adalah salahsatu produk yang dibentuk untuk mendorong peningkatan kesejahteraan desa meliputi seluruh warganya dengan memanfaatkan sebaik-baiknya aset dan potensi yang dimiliki. BUMDes bisa berjalan dengan menggunakan penyertaan modal dari desa dan atau bekerjasama dengan pihak ketiga.

Sebagai sebuah lembaga usaha yang sekaligus mengemban misi pemberdayaan potensi desa, BUMDes harus memiliki kemampuan manajerial yang tangguh. Di sinilah tantangannya. Kebaruan wacana BUMDes membuat banyak desa masih kebingungan dengan apa yang akan dilakukan BUMDes jika lembaga itu terbentuk. Di lain sisi pemerintah pusat telah menganggarkan dana yang jumlahnya cukup besar bagi desa demi mendukung pengembangan kesejahteraannya.

Maka BPD menjadi sangat penting untuk mengawasi bagaimana dana yang ada dimanfaatkan untuk program-program yang sesuai dengan apa yang telah disusun desa sekaligus mengawasi berjalannya proses realiasi program. BPD pula yang diharapkan mampu menciptakan kepatuhan dari perangkat teknis desa agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan.

Begitu pentingnya tugas dan peran BPD di desa sekarang ini. Sehingga tidak berlebihan jika warga desa sangat berharap BPD mampu membuat aspirasi warga tersalurkan dengan baik. Untuk memahami berbagai esensi yang ada dalam peraturan ini bakal lebih gamblang jika Anda mempelajari pasal demi pasal di dalamnya. (aryadji/berdesa)

Advertisements

Bendera Karang Taruna

Bendera-Karta

Pembuatan

  1. Pembuatan Bendera Karang Taruna secara utuh harus sesuai dengan ketentuan dalam PRT Karang Taruna pasal 46 baik dalam ukuran maupun ketepatan warnanya;
  2. Pembuatan Bendera Karang Taruna dapat dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan baik dalam hal jumlah maupun penempatannya;
  3. Untuk kebutuhan dan penempatan dalam ruangan atau pada panggung upacara tertentu, Bendera Karang Taruna harus dibuat dari bahan beludru, sedangkan untuk penempatan diruang terbuka jalan-jalan) Bendera Karang Taruna harus dibuat dari bahan kain (katun) biasa.

Penggunaan dan Penempatan Bendera Karang Taruna

Penggunaan Bendera Karang Taruna diatur sebagai berikut:

  1. Untuk Kegiatan-kegiatan Forum pertemuan Karang Taruna, yakni: Temu Karya, Rapat Kerja, Rapat Pimpinan, RPP, dan Rapat Konsultasi;
  2. Untuk Kegiatan-kegiatan memperingati Hari-hari Besar Nasional;
  3. Untuk Kegiatan-kegiatan memperingati Hari-hari Besar Keagamaan;
  4. Untuk Kegiatan-kegiatan Karang Taruna lainnya baik yang bersifat pengumpulan/mobilisasi massa, rekretif, seni dan budaya, olah raga, dan bhakti sosial.

Penempatan Bendera Karang Taruna

Untuk Kegiatan di dalam ruangan, penempatan Bendera Karang Taruna diatur sebagai berikut:

  1. Bendera Karang Taruna ditempatkan di bagian muka/depan ruangan;
  2. Jika jumlahnya lebih dari satu, Bendera Karang Taruna harus ditempatkan dalam posisi mengapit Bendera Merah Putih dan Panji Karang Taruna;
  3. Jika tidak ada Panji Karang Taruna, maka Bendera Karang Taruna hanya mengapit Bendera Merah Putih;
  4. Jika Jumlahnya hanya 1, Bendera Karang Taruna harus diletakkan di sebelah kanan Bendera Kota dari tampak muka, dan jika ada Panji Karang Taruna harus diletakkan berurutan setelah Bendera Merah Putih dan Panji Karang Taruna dari kiri ke kanan pada tampak depan/muka;
  5. Bendera Karang Taruna baik yang ditempatkan berurutan maupun mengapit harus memiliki ketinggian lebih rendah 20 cm;
  6. Dalam keadaan tertentu, jika tidak ada tiang, Bendera Karang Taruna boleh ditempatkan di dinding bagian muka dari ruangan pertemuan tersebut;
  7. Tinggi tiang untuk Bendera Karang Taruna yang ditempatkan di dalam ruangan adalah minimal 180 cm jika tinggi tiang untuk Panji Karang Taruna 2 m, dan diatur seterusnya diatur demikian;
  8. Pemasangan Bendera Karang Taruna di dalam ruangan adalah selama kegiatan berlangsung, kecuali pemasangan di kantor/Sekretariat Karang Taruna yang terus menerus sepanjang organisasi Karang Taruna belum dibubarkan;

 

Untuk Kegiatan di luar ruangan, penempatan Bendera Karang Taruna diatur sebagai berikut:

  1. Bendera Karang Taruna yang di tempatkan di luar ruangan harus minimal berjumlah 2 (dua) buah;
  2. Bendera Karang Taruna yang ditempatkan di luar gedung pertemuan atau kantor/sekretariat diletakkan di antara pintu masuk bagian luar (gerbang) luar dari gedung tersebut, sedangkan jika jumlahnya lebih dari 2 (dua) selain ditempatkan di antara pintu masuk bagian tersebut juga ditempatkan di sepanjang pagar gedung tersebut dengan pengaturan peletakan yang menyesuaikan dengan kepantasan dan penghormatan terhadapnya;
  3. Bendera Karang Taruna yang di tempatkan di jalanan dapat diletakkan di sepanjang jalan yang bersangkutan baik di sisi kanan dan kirinya maupun di bagian tengah jalan tersebut jika memungkinkan, dengan jumlah minimal 3 (tiga) buah;
  4. Bendera Karang Taruna yang di tempatkan di halaman gedung pertemuan atau kantor/sekretariat dapat berada dalam posisi tegak lurus maupun miring (minimal 45′) sesuai dengan kepantasan dan penghormatan terhadapnya;
  5. Bendera Karang Taruna yang di tempatkan di jalanan harus berada dalam posisi tegak lurus dengan tinggi tiang berkisar 2-3 m;
  6. Pemasangan Bendera Karang Taruna di luar ruangan dilakukan minimal 1 (satu) minggu menjelang hari “H” dan diturunkan kembali selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah pelaksanaan kegiatan/acara;
  7. Apabila Karang Taruna ikut serta dalam kegiatan upacara hari-hari besar Kota, dianjurkan membawa Bendera Karang Taruna untuk diletakkan/dibawa oleh bagian depan barisan (komandan) pasukan Karang Taruna saat itu;

Bendera Karang Taruna tidak boleh:

  1. Digunakan untuk mengelap sesuatu yang kotor dan basah atau mengepel lantai;
  2. Menjadi alas tidur dan dipergunakan untuk penutup kepala;
  3. Dicorat-coret, dikotori, dirobek dan/atau dibakar di depan umum;
  4. Dikibarkan setengah tiang, sampai adanya ketentuan yang mengatur tentang itu;

Ketentuan perlakuan lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Apabila tidak digunakan, harus dilipat dan disimpan dengan baik di tempat yang layak;
  2. Apabila hendak dimusnahkan, harus dibakar atau dirombak sehingga bentuknya tidak lagi berwujud Bendera Karang Taruna;
  3. Bendera Karang Taruna juga dapat digunakan untuk kepentingan ekspedisi, kegiatan perkemahan/Jambore dengan penempatan yang sesuai dengan kepantasan dan penghormatan terhadapnya;

Bendera Karang Taruna juga dapat digunakan di kendaraan tertentu dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Dalam Ukuran sebenarnya dapat diletakkan di badan mobil bagian muka, belakang, samping kiri maupun kanan sesuai dengan kepantasan;
  2. Dalam Ukuran kecil dapat diletakkan pada tiang mobil atau kaca spion yang memungkinkan untuk itu.

Keanggotaan Karang Taruna

Kategori Anggota

Pada dasamya keanggotaan Karang Taruna bersifat stelsel pasif, akan tetapi agar pengembangan dan pengarahan kader dan aktivitas Karang Taruna bisa lebih efektif, maka dikenal juga jenis keanggotaan yang lain yakni Anggota Aktif.

  1. Anggota Pasif adalah keanggotaan yang bersifat stelsel pasif (keanggotaan otomatis), yakni seluruh remaja dan pemuda yang berusia 13 sampai dengan 45 tahun;
  2. Anggota aktif adalah keanggotaan yang bersifat kader dan berusia 13 sampai dengan 45 tahun, karena potensi, bakat, dan produktivitasnya untuk mendukung pengembangan organisasi dan program- programnya.

Hak dan Kewajiban Anggota Karang Taruna

Setiap anggota memiliki hak :

  1. Mendapatkan pelayanan yang sama dalam rangka penyelenggaraan progran-program organisasi ;
  2. Menyampaikan pendapat, saran, bertanya, dan menyampaikan kritik baik secara lisan maupun tertulis kepada organisasi;
  3. Untuk menjadi pengurus Karang Taruna bagi setiap Anggota Aktif yang memenuhi persyaratan tertentu;
  4. Memilih dan dipilih bagi setiap Anggota Aktif sesuai dengan mekanisme organisasi;
  5. Memperoleh fasilitas keanggotaan.

Setiap anggota memiliki kewajiban :

  1. Mematuhi Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga Karang Taruna serta ketentuan-ketentuan organisasi lainnya;
  2. Membayar Iuran;
  3. Menjaga nama baik organisasi;
  4. Mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan organisasi bagi Anggota Aktif.

 

Penerimaan dan Rekrutmen Keanggotaan

Rekruitmen Anggota Aktif dapat dilakukan dalam 2 (dua) mekanisme:

  1. Warga Karang Taruna yang telah mengikuti kegiatan selama 6 (enam) bulan berturut-­turut yang dibuktikan dalam catatan aktifitasnya kemudian diberikan Kartu Anggota;
  2. Warga Karang Taruna atas kesadaran sendiri, sukarela, dan permintaan sendiri menjadi Anggota Aktif dapat terlebih dahulu diberi Kartu Anggota melalui prosedur pendaftaran. Namun dapat dinyatakan sebagai Anggota Aktif setelah mengikuti kegiatan selama 6 (enam) bulan berturut-turut:

 

Syarat-syarat untuk menjadi Anggota Aktif sebagai berikut :

  1. Bersedia menerima Azas, Tujuan, dan menjalankan segala usaha organisasi;
  2. Mengikuti secara aktif sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut kegiatan-­kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi pada berbagai tingkatan yang ditandai dengan adanya surat rekomendasi dari pengurus yang bersangkutan;
  3. Bersedia dengan suka rela dan ikhlas mengundurkan diri (diberhentikan) sebagai Anggota Aktif apabila sudah tidak dapat memenuhi kewajiban-kewajibannya;
  4. Mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan tingkat I di Desa/Kelurahan yang bersangkutan.

 

Anggota Aktif dapat pindah dan diterima oleh wilayah lain dengan menunjukkan surat keterangan pindah dari pengurus asal dan/atau melaporkan ke pengurus wilayah lain tersebut.

Bukti Keanggotaan

  1. Bukti Keanggotaan bagi Anggota Aktif adalah Kartu Tanda Anggota (KTA), Buku Saku Keanggotaan (BSK), dan Surat Keputusan Keanggotaan (SKK);
  2. Bentuk dan ukuran KTA dan BSK ditetapkan sebagaimana terdapat dalam lampiran Buku Pedoman ini;
  3. KTA dan BSK dikeluarkan oleh Pengurus Karang Taruna Kota Bandung untuk mengarahkan dan membentuk pengelolaan keanggotaan yang bersifat Idenfikasi Terpadu;
  4. Format KTA dalam bentuk Kartu Pengenal yang berisi data Anggota Aktif yang meliputi:
    Tampak Depan: Nomor Induk Anggota, Nama, Tempat dan Tanggal Lahir, Pekerjaan, Alamat, Golongan darah, Foto yang bersangkutan ukuran 2 x 3, dan otoritas dari Pengurus Karang Taruna Kota Bandung;
    Tampak Belakang: dapat dipergunakan untuk Kartu Asuransi, Kartu Kredit; Catatan Pengurus atau dapat dikosongkan.

 

Format BSK dalam bentuk buku kecil berisi data aktifitas Anggota Aktif dalam Karang Taruna dan Kegiatan Sosial lainnya dilingkungan Desa/Kelurahan atau komunitas sosial sederajatnya, juga berisi ketentuan organisasi tentang keanggotaan secara umum yang diambil dari PD/PRT, PO-PO dan ketentuan organisasi lainnya.

Pengelolaan Keanggotaan

Keanggotaan organisasi terutama Anggota Aktif dikelola sebuah unit teknis tersendiri yang bersifat independen tanpa mengenal batas masa bhakti;
Unit Teknis sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini dibentuk oleh Pengurus Karang Taruna Kota Bandung melalui sebuah surat Keputusan yang sebelumnya dibahas, disetujui dalam RPP baik personalia maupun tata Kerjanya;
Dalam menjalankan tugasnya Unit Teknis sebagaimana ayat 1 pasal ini dibantu oleh unsur sekretariat baik Tingkat Kota maupun hingga tingkatan Kelurahan;
Pengelolaan Keanggotaan (Aktif) oleh Unit Teknis meliputi aktivitas:
Penyusunan Rencana Kerja;
Pengumpulan Data;
Pengelolaan Data;
Pembuatan KTA dan BSK;
Distribusi KTA dan BSK hingga yang menerima yang bersangkutan berdasarkan data yang masuk;
Updating Program.

Pemberhentian Keanggotaan
Pemberhentian anggota hanya berlaku bagi Anggota Aktif;
Keanggotaan (Aktif) berhenti karena:

Meninggal Dunia;
Atas permintaan sendiri dengan sukarela;
Diberhentikan sementara karena adanya permasalahan tertentu yang mengganggu status keanggotaannya yang apabila temyata permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik maka status keanggotaan aktifnya dapat dikembalikan;
Diberhentikan karena tidak lagi dapat melaksanakan kewajibannya sebagai Anggota Aktif;

Mekanisme pemberhentian sebagai Anggota Aktif atas permintam sendiri diatur sebagai berikut :

Yang bersangkutan menyampaikan usulan untuk berhenti sebagai anggota disertai dengan alasan-alasan yang logis dan rasional kepada pengurus yang bersangkutan;
RPH pengurus yang bersangkutan membawanya ke dalam RPP dan mengundang anggota yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan dan apabila penjelasannya dapat diterima, yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat melalui surat keputusan pengurus dan harus menyerahkan kartu anggota dan menandatangani surat pernyataan tentang pemberhentian dimaksud yang ditandatangani yang bersangkutan dan pengurus;
Apabila RPP menolak penjelasan dimaksud yang bersangkutan tetap sah menjadi Anggota Aktif;
Surat Keputusan Pemberhentian dari pengurus dan surat pernyataan sebagaimana dimaksud dalam butir b ayat ini dibuat rangkap 2 (dua) yang 1 (satu) disampaikan kepada yang bersangkutan dan yang 1 (satu) lagi sebagai dokumen organisasi.

 

Mekanisme pemberhentian sementara dan pemberhentian bagi Anggota Aktif diatur sebagal berikut :

RPH pengurus yang bersangkutan memandang bahwa Anggota Aktif yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban da/atau melanggar peraturan dan ketentuan yang berlaku;
RPH mengundang pengurus untuk hal tersebut disertai dengan alasan-alasan yang logis dan rasional dalam RPP dan mengundang yang bersangkutan untuk membela diri dan apabila dapat diterima, yang bersangkutan tetap sah menjadi Anggota Aktif;
Apabila RPP menolak pembelaannya, yang bersangkutan akan diberhentikan sementara, sampai dapat membuktikan pembelaannya dalam forum TK;
Keputusan RPP yang menolak pembelaan sebagaimana dimaksud dalam butir c pasal ini harus dilaporkan pada TKKT pada tingkatan yang bersangkutan dan apabila TKKT dimaksud menerima pembelaan tersebut, yang bersangkutan tetap sah menjadi Anggota Aktif;
Apabila TKKT menolak pembelaannya, yang bersangkutan akan diberhentikan secara tidak hormat melalui surat keputusan pengurus yang mengembalikan Kartu Anggota;
Surat Keputusan Pemberhentian dan pengurus dan surat pernyataan sebagaimana dimaksud dalam, butir b ayat ini dibuat rangkap 2 (dua), yang 1 (satu) disampaikan kepada yang bersangkutan dan yang 1 (satu) lagi sebagai dokumen organisasi;
Anggota Aktif yang diberhentikan dengan tidak hormat tidak diperkenankan untuk menduduki jabatan pengurus Karang Taruna dan/atau pengurus lembaga pada seluruh tingkatan.

Ingin Budidaya Jamur Tiram, Kenali Dulu Sifat-sifatnya

BERDESA.COM – Budidaya jamur tiram adalah salahsatu peluang usaha yang masih sangat terbuka hingga saat ini. Pasalnya, kebutuhan konsumsi jamur masih belum mampu dipenuhi oleh suplai yang disetorkan para pembudidaya jenis jamur ini. Budidaya jamur tiram juga bakal memberikan gizi yang baik bagi keluarga.

Beberapa keunggulan budidaya jamur tiram adalah relatif mudah proses menumbuhkannya dan bisa dilakukan dalam skala rumahan. Kedua, jamur tidak memerlukan perlakuan terlalu khusus, tidak butuh pemupukan dan perawatan yang ‘njelimet’. Cukup berada dalam lingkungan yang sejuk, tidak terkena sinar matahari secara langsung dan bisa dilakukan mulai dari tahap kecil hingga mengembang sampai membangun kumbung (rumah jamur) dalam skala yang besar.

Bahan pembuat jamur pun tidak terlampau sulit didapatkan, terutama di daerah pedesaan yakni ampas gergaji kayu, katul, kapur dan air. Cara membuatnya juga mudah dan gampang mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana jamur tiram dibudidayakan.

Sebelum membuat media tumbuh jamur tiram, ada baiknya Anda memahami apa itu jamur tiram dan berbagai sifat yang dimiliknya sehingga Anda bisa menyesuaikan kebutuhan alami nutrisi jenis jamur ini dengan lingkungan Anda. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda pahami mengenai apa dan bagaimana jamur tiram tumbuh dan berkembang:

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa miselium yang disimpan di tempat yang redup, jumlahnya lebih banyak disbanding di temapat yang terang dari cahaya matahari yang penuh.
Miselium adalah jaringan yang didalamnya kumpulan dari hifa jamur. Miselium dapat tumbuh pada sel dinding kayu dengan melakukan penetrasi pada dinding sel kayu dengan cara melubanginya.

Proses penetrasi dinding sel kayu dibantu oleh enzim pemecah selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang dihasilkan oleh jamur melalui ujung benang-benang miselium. Enzim tersebut mencerna senyawa kayu sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber (zat) makanan.

Syarat Tumbuh Jamur Tiram

  1. Temperatur yang diperlukan

Serat (miselium) jamur tiram putih tumbuh dengan baik pada kisaran suku 23 – 28 derajat celcius. Jika suku lebih rendah dari 23 derajat maka pertumbuhan miselium bakal lebih lambat. Sementara untuk jamur yang berbentuk cangkang tiram, perlu suhu sekitar 13 – 15 derajat selama 2-3 hari. Jika suhu tidak bisa serendah ini maka pertumbuhan cangkang bakal berlangsung lebih lama.

  1. Kelembaban yang diperlukan

Kandungan air menjadi sangat penting bagi jamur untuk tumbuh. Jamur ini bakal kesulitan tumbuh jika kadar airnya kurang dari 60 persen. Tetapi terlalu banyak air juga bakal membunuhnya. Maka biasanya para pembudidaya dengan rutin akan menyemprotkan air untuk menjaga kelembaban media jamur.

  1. Cahaya

Cahaya matahari secara langsung dapat merusak dan menyebabkan kelayuan dan mengakibatkan ukuran tudungnya menjadi kecil. Jamur ini hanya memerlukan cahaya yang menyebar saja tetai dia tidak bisa pula berada dalam keadaan gelap gulita. Artinya ruangan penyimpan jamur harus tetap memiliki cahaya pada siang hari. Cahaya diperlukan jenis jamur ini untuk menumbuhkan tubuh buah. Jika Anda memelihara jamur di rumah maka carilah ruangan yang paling sejuk, tidak terkena matahari tetapi tidak panas di kala siang hari. Untuk menciptakan suhu seperti itu biasanya butuh penutup bahan tertentu sehingga jamur tidak kepanasan dan tetap mendapat sinar tetapi tidak langsung dari matahari.

  1. Udara

Sebagai tanaman saprofit fakultatif aerobic, jamur tiram putih membutuhkan oksigen sebagai senyawa untuk pertumbuhannnya. Sirkulasi udara pada tempat meletakkan jamur juga harus lancar. Jika kekurangan oksigen, jamur bakal tumbuh kecil dan gampang layu.

  1. Derajat Keasaman (pH)

Miselium jamur tiram putih ini hanya bis atumbuh optimal pada media pH media yang sedikit asam. Kadar keasamannya antara 5,0-6,5. Yang diperlukan adalah nilai pH medium untuk produksi metabolisme-nya, seperti produksi asam organik. Ingat, kondisi yang terlalu asam bisa menyebabkan pertumbuhan jamur terganggu dan terkontaminasi jamur lain dan hal ini bisa menimbulkan kematian. Jamur ini tumbuh optimal pada pH lingkungan yang mendekati normal.

  1. Media tanam
Baca Juga  Toko Tani Indonesia Akan Mengakhiri Derita Petani, Caranya?

Media yang dibutuhkan miselium untuk tumbuh adalah ampas gergaji (atau ampas tebu) yang dibuat dalam bentuk silinder, sumber gula (tepung-tepungan), kapur, pupuk P dan air.

  1. Ketinggian Tempat

Idealnya, jamur tiram tubuh subur pada tempat dengan ketinggian 700-800 meter dari permukaan laut. Pada ketinggian ini iklim yang ada sangat tepat mendukung pertumbuhan miselium. Tetapi bukan berarti pada dataran yang rendah jamur tak bisa tumbuh. Yang terpenting jamur-jamur ini mendapatkan suku dan kelembaban yang sesuai dengan kebutuhannya. Utamanya, hawa yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari seara langsung.

  1. Bibit Jamur

Umumnya pembibitan jamur dilakukan secara khusus oleh para pembibit. Soalnya, pembibitan butuh alat dan proses yang steril. Bibit jamur tiram yang disebut F3 ini sangat rentan terhadap kontaminasi.

Itulah beberapa hal mendasar dari jamur tiram. Anda harus memahami beberapa sifat ini sebelum memutuskan untuk mulai mengembangkannya. Soalnya, pertumbuhan jamur sangat tergantung dengan kondisi lingkungannya. (aryadjihs/berdesa).

Sumber : Berdesa

 

Lagu Mars Karang Taruna

#Ciptaan Gunadi Said

Kami pemuda-pemudi Indonesia
Yang tergabung satu dalam Karang Taruna
Kami penerus cita-cita bangsa
Demi kejayaan Republik Indonesia.
Karang Taruna milik kita semua
Mengemban amanah bangsa tercinta
Menuju cita-cita Pancasila
Negara Adil Makmur Sentosa.
Semoga Tuhan selalu bersama kita
Dalam menunaikan tugas mulia
Bersatu padulah kita semua
Di bawah panji Karang Taruna.